Rekontruksi Merupakan Tehnik dan Metode Pemeriksaan

Selasa, 11 Juli 2017 - 17:23 WIB

TEMBILAHAN—Dalam melakukan penyidikan kasus lebih mendalam, agar apa yang di tuntut sesuai dengan hukum yang berlaku. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) harus ikut handil dalam melakukan Rekontruksi kasus tindak pidana terhadap terdakwa.

Seperti yang dilakukan salah satu JPU Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir (Kejari Inhil) Wirman Jhoni Laflie belum lama ini. Disitu ia menghadiri rekontruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil yang mana rekontruksi itu dilaksanakan di Mapolres Inhil.

Sedangkan dalam kasus tersebut, pelaku sangat jelas memperagakan di hadapan penyidik dari awal hingga akhir dirinya melakukan tindak kriminal itu.

Jhoni panggilan akrab pria ini mengatakan rekonstruksi merupakan salah satu teknik dalam metode pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik dalam proses penyidikan tindak pidana.

‘’Tujuannya, dari pemeriksaan sendiri merupakan kegiatan untuk mendapatkan keterangan, kejelasan dan keidentikan tersangka dan saksi atau barang bukti maupun tentang unsur-unsur tindak pidana yang telah terjadi,’’ ujarnya.

Sehingga kedudukan atau peranan seseorang maupun barang bukti di dalam tindak pidana tersebut menjadi jelas dan dituangkan di dalam Berita Acara Pemeriksaan.

‘’Setelah dilaksanakan rekontruksi ini, kita akan lebih dalam lagi melakukan Pemeriksaan, agar apa yang kita tuntut sesuai dengan perbuatan,’’ terangnya

Ditambah lagi dengan keterlibatannya anggota Polri dalam bekerja sama dengan pihak kejaksaan. Sehingga semakin mempermudah dalam pengungkapan kasus itu sendiri.

‘’Terkait kasus-kasus tindak pidana, bekerja sama dengan pihak terkait merupakan langkah yang tepat dalam pemgungkapan,’’ tutupnya. =Mg1

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar