Tugas PAKEM Untuk Menghindari Kebencian dan Permusuhan Antara Aliran Kepercayaan

Senin, 31 Juli 2017 - 16:15 WIB

BANGKINANG—Meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau Aliran keagamaan untuk mengetahui dampak-dampaknya bagi ketertiban dan ketentraman umum. Sebab itu adalah tugas Tugas Pokok dan Fungsi Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM).

Demikian disampaikan Kakajari Kampar Dwi Antoro SH MH melalui Kepala Seksi Inteligen (Kasi Intel) Devitra Romiza SH MH kepada Pekanbaru MX, Senin (31/7).

Ia juga mengungkapkan, bahwa mereka bekerja sesuai Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : PER-019/A/JA/09/2015 Tanggal 16 September 2015 tentang Tim koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat dan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

“Untuk itulah kami akan menerima dan menganalisa laporan dan  informasi tentang Aliran Kepercayaan atau Aliran keagamaan. Lalu kami akan mengajukan laporan dan saran sesuai dengan jenjang wewenang dan tanggung jawab,” ujar Devitra yang selaku Ketua Tim Pakem Kabupaten Kampar.

Devitra menyebutkan, pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat Kabupaten Kampar, bertujuan untuk pengawasan terhadap ajaran atau faham aliaran yang diindikasi menyimpang atau sesat atau menodai, menghina atau merendahkan satu aliran kepercayaan masyarakat atau suatu Agama.

“Karena ini dapat menimbulkan rasa kebencian serta permusuhunan dalam masyarakat serta juga dapat menganggu kerukunan umat beragama di Kabupaten Kampar,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah sesuai kewenangan yang diatur oleh undang-undang untuk menjaga dan memupuk ketentraman beragama dan ketertiban kehidupan bermasyarakat yang terganggu karena adanya pertentangan dengan masyarakat yang terjadi akibat penyebaran faham keagamaan yang meyimpang.

“Untuk itulah pemerintah menjamin keamanan dan ketentraman didalam masyarakat, terutama dalam beribadah bagi agama yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Selan itu Devitra, juga tidak menampik tentang adanya aliran kepercayaan yang sudah sangat lama di awasi di Kabupaten Kampar dan Kejaksaan juga sudah menyampaikan sikap aliran itu ke Bupati Kampar.

“Ada sih salah satu aliran yang terus kita awasi sampai sekarang. Namun itu belum bisa kita ungkapkan untuk Publik, jadi cukup antara aparatur hukum saja dan Kepala Daerah yang mengetahui kegiatan aliran tersebut,” tuturnya.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat Kampar jangan mudah terpengaruh dan terhasut oleh kegiatan aliran yang disinyalir dapat merubah pola pikir yang dapat menjurus ke Radikalisme.  

“Untuk itu masyarakat harus dapat mencerna dengan baik jika ada orang yang coba memengaruhi. Karena setiap agama apapun sangat mencintai kedamaian dan jika menjurus ke anarkis berarti aliran kepercayaan dan agama itu bisa disinyalir sudah tidak benar lagi,” pungkasnya. Mg3

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar