Membunuh Karena Kecewa

Jumat, 08 September 2017 - 15:58 WIB | dibaca : 188 pembaca

Pekanbaru---Langkah kaki Bagas Aris Pradeka tak lagi sempurna. Perban putih penuh bercak darah tampak masih melekat di pergelangan kaki kiri pria usia 30 tahun ini. Menutupi bekas luka tembak yang tampak belum mengering.

Kini, lajang pengangguran ini tak lagi kuat berdiri. Untuk berjalan menuju ruang penyidik ia harus dipapah dua petugas.

Selasa (5/9) malam, merupakan hari terakhirnya menghirup udara bebas. Dinginnya lantai sel tahanan Polsek Tenayan Raya kembali dirasakan. Guna menjalani proses hukum yang membelitnya.

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Rasa itu hadir setelah semua terlanjur dilakukan. Warga Jalan Putra Panca, Bukitraya ini mengaku nekat membunuh lantaran rasa kecewa.

“Aku kecewa dan merasa dipermainkan korban. Atas pesanan Sabu yang kupesan,” aku Bagas saat ditemui Pekanbaru MX, Rabu (6/9).

Mendekam di balik jeruji ternyata bukan pertama kali dirasakannya. Pria pengangguran ini mengaku sudah pernah mendekam di Lapas Pasir Pengaraian tahun 2009.

“Tahun 2009 pernah masuk di Pasir, kasus pembunuhan juga,” aku residivis kasus pembunuhan ini.

Awal September 2017 warga Jalan Putra Panca Bukitraya ini kembali mendekam di penjara. Ia kembali membunuh korban Santi Lestari (35) yang baru dikenalnya dua bulan.

“Korban baru kenal, dua bulan lalu,” akunya.

Tak ada lagi yang bisa dilakukan Bagas, selain pasrah dengan konsekuensi hukum yang akan dijalani. Ancaman hukuman seumur hidup ada di depan mata, atas kasus pembunuhan keji yang ia perbuat.

“Mau apa lagi, pasrah sajalah,” tuturnya polos.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK MH mengatakan, apapun alasannya, menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja adalah perbuatan melawan hukum dan diganjar hukuman sangat berat.  

“Ancamannya hukuman seumur hidup,” kata Susanto kepada Pekanbaru MX saat ekspose pengungkapan kasus pembunuhan beberapa waktu lalu.

Tersangka lanjut Kapolresta, tidak hanya dijerat pasal pembunuhan, namun juga pasal pencurian dengan kekerasan. “Tersangka dijerat pasal berlapis, 340 dan 365 KUHP,” katanya.

Santo, sapaan karib Kapolresta ini mengatakan, aksi pembunuhan yang dilakukan tersangka tergolong sadis. Meski tidak ditemukan bekas luka benda tajam.

“Tersangka menghabisi nyawa korban dengan tanganya, dengan cara mencekik memijak dan membenturkan kepala korban ke lantai,” terangnya.

Selain tersangka, pihaknya mengaku mengamankan beberapa barang bukti hasil kejahatan, berupa perhiasan korban, cincin dan kalung. Selain itu satu unit sepeda motor Yamaha Mio juga disita. ***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar