’’Saya Tidak Pernah Melakukan Tindak Kejahatan’’

Senin, 11 September 2017 - 16:14 WIB | dibaca : 145 pembaca

Rohul--Dia tidak pernah menyangka, pelariannya ke Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merupakan mala petaka yang akan diterimanya. Tak tau sebab, NA alias Arif (31) diciduk polisi karena diduga akan melakukan aksi pencurian dengan kekerasana (Curas) atau perampokan di wilayah hukum Polres Rohul.

Selain diduga akan beraksi di Rohul, warga Desa Goras Jaya, Kelurahan Bekri, Kecamatan Lampung Tengah, Lampung ini diciduk anggota tim Opsnal Polres Rohul karena memilik senjata api rakitan jenis Revolver.

Kaki kanan Arif terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena sempat melawan saat akan ditangkap di rumah kenalannya di DK 1 Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai, Selasa (29/8) sekitar pukul 02.00 WIB lalu.

Kepada penyidik Polres Rohul, tersangka Arif mengaku bahwa senjata api rakitan lengkap dengan 6 peluru aktif itu bukanlah miliknya, melainkan ia hanya dititipi oleh temannya inisial EP. Dia juga mengakui baru empat hari Senpi rakitan itu disimpannya.

Arif mengaku bingung, karena ia diajak oleh temannya dari Lampung ke Rohul, dan dijanjikan akan bekerja sebagai sopir travel. Tapi ia ditinggal di rumah kenalannya, dan tidak punya uang sama sekali.

‘’Saya tidak  sama sekali pernah merampok sebelumnya. Sampai di sini kayak gini ujung-ujungnya,’’ jelas Arif kepada penyidik polisi.

Pernyataan tersangka Arif berbeda dengan hasil penyelidikan dilakukan polisi. Pada ekapose di Mapolres Rohul baru-baru ini, penyidik mengungkapkan tersangka Arif diduga merupakan jaringan perampok asal Lampung yang akan beraksi dengan sasaran toko emas di Rohul.

Kasat Reskrim Polres Rohul mengatakan, tersangka Arif ditangkap setelah anggota tim Opsnal Polres Rohul menerima informasi ada seorang warga pendatang asal Lampung di DK 1 Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai yang diduga menyimpan dan menguasai Senpi jenis pistol atau laras pendek. ‘’Atas informasi tersebut tim mengecek kebenaran informasi, dan kemudian dilakukan pengintaian,’’ ungkap AKP M Wirawan.

Setelah mengetahui bahwa ada seorang laki-laki yang diduga pelaku Curas di rumah salah seorang warga DK I Sialang Rindang, tim Opsnal Polres Rohul langsung melakukan penggerebekan.

Namun saat akan diamankan, pelaku sempat memberikan perlawanan, sehingga polisi terpaksa melumpuhkan salah satu kaki tersangka Arif.

‘’Saat kita lakukan penggeledahan rumah ditemukan beberapa barang bukti, antara lain Senpi revolver rakitan berserta 6 peluru aktif, dan ditemukan 1 borgol,’’ jelas AKP M Wirawan menerangkan Informasi yang peroleh yang bersangkutan datang ke wilayah Rohul sejak tanggal 16 Agustus lalu.

AKP M Wirawan mengaku masih mendalami jaringan perampok tersebut. Ia menduga kuat, Senpi rakitan tersebut akan digunakan untuk melakukan kejahatan Curas di wilayah Rohul.

‘’Terhadap tersangka kita jerat Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun sampai seumur hidup 2017 seumur hidup,’’ tutup AKP M Wirawan.***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar