Cek Senjata, Satu Revolver Ditarik Propam

Kamis, 12 Oktober 2017 - 15:39 WIB

Pekanbaru---PULUHAN  personil Polresta Pekanbaru yang memiliki senjata api (Senpi) diperiksa. Bahkan satu pucuk Senpi jenis Revolver ditarik sementara lantaran masa ijin yang telah kadaluarsa, Kamis (12/10).

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK mengatakan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.

“Ini (Pemeriksaan Senpi) dilakukan rutin per tiga bulan sekali,” sebutnya.

Kali ini, sebanyak 33 personil yang memiliki Senpi diperiksa dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK tersebut.

“Tadi ada satu pucuk Senpi yang kita tarik sementara lantaran masa ijinnya sudah habis dan diserahkan ke Si Propam, jenisnya Revolver,” akunya.

Hal ini kata Edy dilakukan guna mengawasi penggunaan senjata serta memelihara kebersihan dan mengantisipasi penyalahgunaan senjata.

“Untuk personil yang diberikan Senpi agar dijaga, tempat menyimpannya maupun dalam penggunaannya,” sebutnya.

Karena katanya, dalam pengunaan Senpi harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Dan kepada para Perwira agar lebih mengawasi anggotanya yang memegang senpi.

Pemeriksaan dilanjutkan dengan pengecekan senpi yang meliputi kebersihan senpi, kelengkapan amunisi dan kartu pemegang senpi oleh Kasi Propam.

Dari Hasil pemeriksaan sebanyak 33 personil yang memiliki Senjata Api terdapat 1 personil yang Surat Ijin Kepemilikan Senjata Api sudah lewat waktunya dan harus diperpanjang. Terhadap senjata api dilakukan penarikan oleh Propam Polresta Pekanbaru.

Lulus tes psikologi merupakan syarat formil yang harus dimiliki dalam hal kepemilikan senjata api, Selain itu penilaian secara pribadi kalo tidak cakap akan menjadi catatan. Senpi jangan sampe hilang, rusak ataupun dipinjam kepada orang lain. Simpan jangan sembarang tempat, Jangan mudah keluarkan senjata api.

Jika terjadi permasalahan pribadi, rumah tangga maupun permasalahan dalam institusi agar dapat disampaikan kepada pimpinan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Selalu pedomani ketentuan penggunaan senpi dengan menggunakan asas proporsionalitas, legalitas dan akuntabilitas,” pungkas Edy. ***


=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar