’’Aku Takut, Rasa Dikejar Bayang’’

Jumat, 13 Oktober 2017 - 15:15 WIB

Pekanbaru--Ahmad Faisal Hanafi tak lagi bisa menghirup udara bebas. Kini, lajang berusia 20 tahun ini harus merasakan pengabnya ruang sel tahanan Polresta Pekanbaru.

Terbungkus baju khas tahanan polisi. Gelang besi tampak melingkar, memborgol kedua tangannya. Rasa sesal memang selalu datang terlambat. Rasa itu datang setelah semua terlanjur dilakukan.

Perasaan tak tenang dan dihantui bayang-bayang yang kini ia rasakan merupakan konsekuensi atas perbuatan salah atas apa yang sudah dilakukan.

‘’Nyesal aku, rasa takut selalu membayangiku,’’ aku pria yang mengaku baru sehari kenal dengan korban, saat ditemui Pekanbaru MX, Selasa (10/10).

Dengan logat Jawanya yang kental pria yang bekerja sebagai mekanik AC ini juga mengaku nekat membunuh lantaran rasa sakit hatinya pada korban lantaran dimintai uang bayaran setelah berhubungan badan.

‘’Aku sakit hati, saat Cici (korban,red) minta uang Rp500 ribu, katanya aku harus bayar karena sudah berhubungan badan,’’ ucapnya.

Sakit hati juga diakui, saat dirinya merasa dibohongi korban. ‘’Katanya cewek baik-baik, tak taunya cewek bayaran,’’ akunya.

Perasaan kesal Faisal semakin bertambah, setelah ia merasa dibohongi korban. Bahkan sebelum dibunuh, tersangka sempat berniat menjadikan korban sebagai pacar. ‘’Aku suka sama dia, sempat mau kujadikan pacar,’’ akunya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto SIK SH mengatakan, apapun alasannya perbuatan tersangka adalah tindakan melawan hukum.

‘’Membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain tak hanya ditentang Undang-undang. Namun juga dilarang agama,’’ kata Kasat Reskrim saat ditemui Pekanbaru MX, Selasa (10/10).

Tersangka terang Bimo merupakan pelaku pembunuhan korban Cici Anisa (34) yang terjadi pertengahan September 2017 lalu. ‘’Aksi keji itu dilakukannya di kamar Nomor 137 Paus Parma Hotel, Pekanbaru,’’ sebutnya.

Setelah membunuh, tersangka sempat melarikan diri alias buron ke kampung halamannya di Mojokerto, Jawa Timur. ‘’Sempat buron selama hampir satu bulan, kita tangkap di sana (Mojokerto),’’ kata Kasat.

Interogasi polisi, pelaku mengaku nekat membunuh lantaran rasa sakit hati diminta bayaran oleh korban setelah berhubungan badan. Dibunuh dengan cara menghantamkan kursi kayu ke bagian kepala korban sebanyak tiga kali saat korban tertidur. ‘’Katanya sakit hati dimintai uang, lantas korban dibunuh dengan cara keji,’’ sebutnya.

Sejumlah barang bukti berupa beberapa lembar pakaian, kursi kayu, Hp dan satu unit sepeda motor turut diamankan petugas guna penyidikan lebih lanjut. Akibat perbuatannya, tersangka diancam Pasal 340 jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. ‘’Ancaman hukuman seumur hidup,’’ pungkas Bimo.***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar