Kementerian Perhubungan Jangan Pilih Kasih

Tidak Kantongi Izin, Bus Sempati Star Tetap Beroperasi

Minggu, 14 Januari 2018 - 15:40 WIB | dibaca : 597 pembaca

PEKANBARU—Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Dapot Sinaga SE, sontak kaget begitu mendengar banyak bus angkutan umum, tak memiliki izin trayek tujuan Pekanbaru. Apalagi diisukan ada bus antar lintas Provinsi Aceh yang eksis cari penumpang di Pekanbaru, tapi tak punya izin atau tidak memiliki kartu pengawasan (KPS) Medan-Pekanbaru.

Untuk itu pihak bus harus terlebih dulu mengurus izin trayeknya, sebagaimana layaknya. Karena izin trayek itu penting dan berpengaruh terhadap pengurusan klaim penumpang jika terjadi kecelakaan.

Begitu juga pihak Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru yang kini dikelola oleh Kementerian Perhubungan RI, harus melakukan pengawasan dan pengecekan semua bus, baik yang lama maupun bus baru seperti Scania Double Decker milik Sempati Star.

‘’Kenapa bus yang tak punya izin trayek itu, justru dibiarkan ke Pekanbaru. Kok bisa, apalagi bus itu eksis cari penumpang. Hal seperti ini perlu dipertanyakan. Ada apa? Kementerian Perhubungan kok diam. Seharusnya tak boleh pilih kasih,’’ kata Dapot Sinaga kepada Pekanbaru MX, baru baru ini.

Menurutnya, bus tak punya izin itu harus dihentikan. ‘’Jangan dibiarkan, karena akan membuat orang marah dan sakit hati. Apalagi bus itu sudah lama beroperasi, tapi belum juga memiliki izin. Seharusnya Kementerian Dishub bertindak tegas,’’ ujar Dapot.

Kalau bus itu eksis cari penumpang, bagaimana nasib bus yang punya izin. Apalagi busnya plat BL dan bayar pajak di Aceh, kok bisa cari makan dari Medan tujuan Pekanbaru. Seharusnya bus Simpati itu Aceh-Medan, atau Aceh-Pekanbaru. Bukan Medan- Pekanbaru,’’ kata Dapot yang juga diaminkan beberapa perwakilan bus di Pekanbaru.     
                  Banyak Bus Tak Masuk Terminal
Terkait banyaknya bus yang tidak masuk terminal BRPS, juga ditanggapi Dapot Sinaga. Menurutnya, bus masuk terminal itu sangat berpengaruh terhadap keramaian terminal.

‘’Bus tak masuk itu harus ditertibkan juga. Tapi pihak terminal harus konsisten, jangan sebagian saja yang masuk terminal dan itu pula yang terus menerus diperiksa,’’ ungkap Dapot.

Koordinator Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru Achmad Juli Wira Bhakti yang dihubungi Pekanbaru MX melalui telepon selelurnya mengaku tidak ada pilih kasih. Menurutunya semua bus akan ditertibkan dan wajib masuk terminal.

‘’Untuk bus Sempati Star yang biasa, izinnya ada, cuma yang double decker tidak ada. Mereka hanya ingin mencoba coba saja datang ke Pekanbaru. Tapi itu sudah saya larang,’’ kata Wira panggilan akrab Achmad Juli Wira Bhakti menjawab Pekanbaru MX.

Dijelaskan Wira, izin bus Scania Sempati Star itu memang izinnya Aceh-Medan dan tidak ada Medan-Pekanbaru. Namun, mereka sedang mengurus izin trayek atau KPS Medan-Pekanbaru. ‘’Untuk 2018 ini, semua bus akan dilakukan pengecekan izin. Tidak ada terkecuali, begitu juga bus yang masuk dan tidak masuk terminal, akan diusulkan pembekuan izin trayek,’’ jelas Wira.

Sementara Kepala Perwakilan Bus Sempati Star Norman yang dihubungi Pekanbaru MX melalui telepon selulernya mengaku bus Sempati Star yang ditanganinya itu punya izin. ‘’Bus itu ada izin, kenapa. Memang tidak semua ada izin Pekanbaru dan itu biasa terjadi,’’ kata Norman.

Menurut Norman, tidak hanya bus Sempati Star saja yang tak punya izin, hampir semua bus tak ada kelengkapan izin trayek, seperti PMH, Bintang Utara, Makmur, Putra Pelangi, termasuk bus ke Jawa. ‘’Coba periksa semua, izinnya paling lima yang berjalan 10, seharusnya itu urusan Dishub, bukan wartawan,’’ kata Norman. 

Dijelaskan Norman, untuk masalah izin, sebaiknya wartawan mengecek ke bagian perizinan Dishub Riau. Karena mereka dan Dirjen Darat yang tahu izin. 

'Sekarang, pesawat mahal, bagaimana menciptakan masyarakat bisa naik bus. Kita harus menyediakan bus gagah dan bagus. Jadi kunci sukses itu harus mengikuti selera pasar. Masalah izin, nanti, karena menurut Undang-undang tidak ada larangan pembatasan usaha,' jelas Norman. =MXB

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar