Akal-akalan Gelper Golden 9, Voucher Tukar Hadiah, Lalu Jual ke Penampung

Kamis, 08 Februari 2018 - 15:24 WIB | dibaca : 163 pembaca

Banyak akal-akalan pengusaha gelanggang permainan  untuk menutupi kedok judi. Seperti di Golden 9, pemain harus terlebih dahulu menukar voucher ke hadiah. Lalu hadiah itu dijual ke penampung. Transaksinya di parkiran.

GOLDEN 9 pernah dipidana Pemerintah Kota Pekanbaru. Pidana yang dimaksud yakni tindak pidana ringan. Tipiring yang diajukan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru terkait jam tayang atau operasional. Kala itu, hakim memvonis Golden 9 untuk membayar denda.

Kendati pernah dihukum, gelper yang satu ini sepertinya tak jera. Operasionalnya diduga tetap melanggar peraturan daerah. Beraktivitas hingga larut malam, bahkan dini hari.

Parahnya lagi, indikasi judi juga ada di sini. Untuk menutupinya, gelper yang terletak di Jalan Sudirman, bersebelahan dengan tempat hiburan bernama Terminal 8 ini punya cara tersendiri.

“Jadi gini, di Golden 9 itu, transaksinya di luar. Cara mainnya, tukarkan dulu voucher yang sudah dikumpulkan ke bentuk hadiah. Setelah itu, di luar ada penampung yang membeli hadiah yang kita bawa dari dalam,” ucap pria berinisial B, warga Marpoyan Damai ini

Di Golden 9, satu voucher bernilai Rp100 ribu. Hadiah yang dijual kembali ke penampung, dihargai dengan nilai hadiah yang telah ditukarkan dengan voucher.

“Misalnya dapat 10 voucher, itu nilainya Rp1 juta. Kemudian voucher ditukarkan hadiah, misalnya handphone. Keluar kita, nanti si penampung itu beli dengan harga Rp1 juta. Handphone itu masuk lagi ke dalam dan dipajangkan lagi di tempat hadiah,” jelasnya.

“Seperti itu modus permainannya. Kalau voucher diuangkan di dalam, infonya memang ada, tapi belum pernah lakuin itu,” sambungnya menjelaskan lagi.

Setahunya, penampung hadiah pemain berinisial Da. Setiap hari yang bersangkutan nongkrong di depan Golden 9.

“Selalu pakai tas dia, sambil menunggu pemain yang mau tukarkan hadiah ke uang. Orang dalam juga dia itu. Kalau pemain yang biasa main di sana, pasti sudah tahu,” tuturnya.
Diwawancara, Pengelola Sodor Amplop

Bekas showroom mobil di Jalan Riau disulap menjadi gelanggang permainan bernama Phokemon. Untuk dapat masuk ke dalam, para pemain harus melalui lorong di samping kiri gedung. Belok kanan sikit, langsung terlihat pintu masuk ke dalam. Di area parkiran, tampak beberapa kendaraan seperti motor dan mobil pribadi.

Di dalam ada hampir 20 mesin berbagai jenis permainan. Para pemainnya rata-rata pria dewasa yang didampingi wanita-wanita cantik berdandan menor.

Rabu (8/2) siang Pekanbaru MX ke sana. Pekanbaru MX disambut Darman yang mengaku sebagai pengawas permainan. Pria bertubuh kecil ini langsung bertanya maksud kedatangan Pekanbaru MX. ‘’Bisa kita bantu bang,’’ ujarnya.

Pekanbaru MX kemudian mengonfirmasi info soal penukaran voucher dengan uang.  ‘’Tidak benar itu bang, kalau pemain menang langsung kita kasih hadiah yang dipajang,’’ kata Darman sambil memperlihatkan beberapa hadiah.

Saat ditanya apakah ketika pemain menang jutaan rupiah juga akan diberi hadiah-hadiah yang dipajang tersebut. Karena tidak dapat menjawab, Darman langsung memanggil atasannya. Tidak berapa lama, Ahau yang mengaku sebagai wakil pengelola langsung datang.

‘’Soal tuduhan pertukaran uang tidak ada. Setiap pemenang yang sudah mencapai ketentuan, misalnya menang 1.000 koin, kita berikan hadiah berupa setrika atau hadiah lain,’’ ungkapnya.

Lalu saat ditanya dengan pertanyaan sama, apabila si pemain memenangkan koin jutaan rupiah, apa akan dapat hadiah seperti yang dipajang? Ahau menjawab ya, mereka akan diberi hadiah seperti yang dipajang di etalase belakang kasir.

Informasi adanya pertukaran voucher ke uang tunai diungkapkan Ge  warga Jalan Kulim, Kecamatan Senapelan. Pria berusia 23 tahun itu  meyakini pemenang bisa menukarkan uang kepada orang yang standby di luar gedung. ‘’Kemarin saya memang Rp500 ribu, vouchernya saya tukarkan di luar,’’ kata Ge.

Saat ditanya selebaran pengelola terkait imbauan tidak dibenarkan menukar voucher dengan uang, menurut Ge itu hanya modus pengelolanya.

‘’Itu modus mereka aja bang, buktinya saya menang Rp500 ribu kemarin, langsung bisa ditukar kepada orang yang standby di sekitar gedung,’’ lanjut Ge.

Usai wawancara, Pekanbaru MX bersiap-siap pulang. Tiba-tiba saja Ahau mencegat di luar gedung sambil menyodorkan amplop. ‘’Bang tunggu dulu, ada ini sikit,’’ katanya. Namun sodoran itu ditolak Pekanbaru MX yang langsung berlalu.
=MXM/MXK

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar