Judi Berkedok Gelanggang Permainan Marak di Riau

Minggu, 11 Februari 2018 - 14:57 WIB | dibaca : 368 pembaca

JUDI berkedok gelanggang permainan tak hanya ada di pusat ibukota Provinsi Riau, tapi juga sudah sampai ke daerah-daerah. Salah satunya di Bengkalis. Bahkan di daerah berjuluk Kota Terubuk ini, lokasinya berada di tengah kota.

Setidaknya ada lima gelper diduga judi yang rutin beroperasi dari pagi hingga malam hari di Bengkalis. Yakni Familly Zone di Jalan Rumbia, Aster di Jalan Ahmad Yani, Game Zona 88 Plaza Bengkalis, Happy Game di Jalan Yos Sudarso dan E Zone di Jalan Pahlawan.

Memang, mereka juga menggunakan kedok permainan anak. Tapi nyatanya di sana, tak ada satu pun anak-anak yang bermain. Kesemua adalah orang dewasa.

Pekanbaru MX berkeempatan menyambangi kelima tempat itu. Permainan ketangkasan yang disediakan rata-rata mesin jenis ikan, papau, kuda-kuda dan lainnya.

Di salah satu tempat Pekanbaru MX berjumpa dengan seorang pria yang sedang sibuk bermain permainan ikan. Ngakunya bernama Ison warga Bantan. Penampilannya agak lusuh dengan rambut tak beraturan. Sesekali dia menepuk jidat menandakan sedang kalah. ‘’Dah Rp500 ribu uang habis, tapi tak menang-menang jugo. Celako,’’ ujarnya menyumpah.

Menurut pekerja serabutan ini, rata-rata gelper yang ada di Bengkalis menggunakan koin. Satu kion harganya seribu. Pemain yang bisa mengumpulkan 100 koin, bakal dapat satu voucher.

“Satu voucher kalau ditukar, uangnya Rp90 ribu,’’ ujarnya sembari menghisap rokok dalam-dalam.

Pemain lainnya menambahkan, bagi pemenang yang hendak menguangkan voucher, sudah tahu harus ke mana. “Semua pemain sudah tahu. Kalau mau nukar voucher, sama dia tu,’’ ujarnya seraya menyebut ciri-ciri seorang pria yang kerap muncul pada malam hari.

Di-Setting Menangkan Bandar
Seorang mantan programer dan teknisi gelper menuturkan bahwa permainan sengaja dirancang untuk mencurangi pemain. Makanya hampir semua pemain pada akhirnya tidak bakalan menang bila sudah masuk di arena judi elektronik itu.

Karena mengetahui kondisi sebenarnya, teknisi yang minta dirahasiakan identitasnya ini mengingatkan agar masyarakat menghindari permainan ini.

“Permainan game yang diprogram di dalam mesin gelper dikontrol sebuah alat yang disebut RNG (random number generation) di-setting memenangkan bandar saja. Kata halusnya ada kecurangan, kalau tak mau  menyebut penipuan,” ujarnya.

Dia menyebut yang namanya judi sebenarnya sudah berbahaya. Apalagi permainannya dengan menggunakan teknik mesin atau lewat kombinasi komputer. “Sudah judi, ditipu lagi. Siapa bilang mesin gelper tak judi,” pungkasnya.

Dragon Star Bantah
Dugaan judi yang terjadi di Dragon Star dibantah pengelolanya Dede. “Di sini semuanya ditukarkan dengan hadiah, tidak ada yang bisa diduitkan, apalagi diduitkannya di dalam,” ucap Dede yang ditemani rekannya Haris.

Jika ditemukan adanya pemain yang menjual voucher kepada sesama pemain, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau ada pemain sesama pemain yang ketahuan jual beli voucher di dalam, kami usir. Kalau pun ada seperti yang diberitakan, itu di luar monitor kami. Kalau ketahuan sama kami, pasti kami usir mereka,” terangnya.

Lebih lanjut saat ditanya terkait transaksi jual beli hadiah antara penampung dengan pemain, Dede mengatakan hal tersebut di luar kontrol pihak Dragon Star. “Itu di luar kontrol kami. Itu urusan penampung hadiah dengan penjualnya. Itu di luar tempat kami, bukan urusan kami itu,” lanjutnya.

Dijelaskannya, Dragon Star sudah mengantongi izin usaha yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru pada bulan November 2017 lalu. “Kami di sini baru beroperasi sekitar 2,5 bulan,” jelasnya.

Dragon Star berada di Jalan Setiabudi ujung. Gelper ini diketahui beroperasi hingga pukul 23.00 WIB. ***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar