”Saya Tidak Mau Motor Itu Ditarik”

Senin, 12 Februari 2018 - 15:33 WIB

Rohul--Bukan hanya sekedar ingin mendapatkan klaim asuransi, Bambang alias Nanang juga ingin cicilan motornya di OTO Finance dihentikan. Jalan satu-satunya, warga Dusun Planduk, Kelurahan Kota Lama, Kabupaten Rokan Hulu ini pun membuat laporan palsu. Dia melapor telah menjadi korban perampokan.

Akal-akalan pemuda berusia 20 tahun itu kemudian terungkap. Dia pun ditangkap polisi atas perkara membuat laporan palsu.

Bambang melapor ke Polsek Kunto Darussalam, Sabtu 21 Oktober 2017. Dalam laporannya, Bambang mengaku dirampok di Jalan Lintas Ujungbatu-Kota Lama, PTPN V Sei Rokan, sehari sebelumnya pukul 22.00 WIB. Salah satu barang yang diambil pelaku yakni sepeda motor Yamaha Vixion BM 2889 UW.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Rohul, ditemukan banyak kejanggalan. Akhirnya, Polisi meringkus Bambang dengan tuduhan laporan palsu, penipuan serta penggelapan sepeda motor.

Kepada penyidik, Bambang mengaku nekat melakukan itu karena motornya masih kredit 23 bulan lagi dengan angsuran Rp1,1 juta lebih per bulan dan tak sanggup bayar.

“Saya tidak mau motor itu ditarik. Makanya saya buat laporan bahwa saya jadi korban perampokan,” kata Bambang. Bambang mengaku sangat menyesal. Tidak pernah terpikir olehnya akan masuk penjara. Jika masa hukumannya selesai, dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

“Hanya ingin motor itu jadi milik saya. Sementara saya tidak sanggup membayarnya,” ungkap Bambang.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Harry Avianto SH SIK mengatakan, Bambang ditangkap, Selasa (23/1) pukul 17.00 WIB. “Pelaku mengaku sempat ditendang hingga jatuh dan dia harus berjalan kaki ke rumahnya di Kota Lama,” ungkap AKP Harry.

Dari hasil analisa dan evaluasi (anev), banyak kejanggalan dalam laporan yang dibuat oleh Bambang. Akhirnya, Senin (22/1) sore, Satuan Reskrim Polres Rohul menangkap Bambang.

Akhirnya Bambang mengaku bahwa laporan polisi yang dibuatnya hanya rekayasa. Bambang mengatakan Yamaha Vixion Gold digelapkan temannya bernama Agus.

“Alasannya karena akan mendapatkan keuntungan atas klaim asuransi. Sebab bila motor digelapkan, maka asuransi tidak bisa diklaim, sehingga dia membuat laporan palsu tentang perampokan,” tutup AKP Harry. ***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar