Mama, Jangan Khianati Papa

Senin, 12 Februari 2018 - 15:39 WIB | dibaca : 147 pembaca

Perkenalkan namaku Lisa, umurku baru 15 tahun dan masih berstatus pelajar SMA. Aku anak terakhir dari 5 bersaudara. Papaku bekerja di Jakarta dan sekali dua bulan pulang.
 

Akhir-akhir ini aku sangat galau dan sedih. Aku butuh teman curhat. Terima kasih kepada redaksi atas dimuatnya kisahku ini.
 

Mamaku sekarang sudah tidak seperti dulu lagi, dia berubah semenjak mengenal seorang laki-laki. Aku tahu hubungan mereka itu karena aku pernah membaca SMS mesra mama dengan laki-laki itu. Banyak sekali yang aku baca dan saat itu aku merasa sangat terpukul karena aku tidak mau mengganti papaku dengan yang lain.
 

Berbulan-bulan aku memendam rasa sedih ini, apalagi saat aku tahu laki-laki  itu sudah punya istri dan anak. Sudah dapat dibayangkan, bagaimana hubungan mereka, masing-masing sudah punya pasangan yang sah, dan kini sama-sama berselingkuh. Aku sangat dendam kepada mereka berdua. Apa mama nggak sadar apa yang telah dia perbuat.
 

Sekarang aku masih tetap diam dan berpura-pura tidak tahu semuanya tapi aku menjerit di dalam hati, aku benci mama! Mama sudah tak sayang aku lagi, juga tidak sayang papaku!
 

Sekarang semuanya sudah terbukti terlebih saat aku melihat mama dan laki-laki itu itu bergandengan mesra di sebuah mall. Waktu itu aku kaget setengah mati. Ingin rasanya aku mengejar mereka dan menumpahkan kekesalanku di depan mereka berdua di tengah orang banyak. Tapi niat itu kubatalkan, aku tak mau mempermalukan mama di hadapan orang banyak.
 

Di rumah  aku memilih menangis di kamarku saja. Aku tidak habis pikir, bisa-bisanya mama selingkuh dengan orang yang sudah punya istri.
 

Aku tidak tahu harus berbuat apa, mamaku sudah bukan mama yang kukenal selama ini.  Bahkan perhatian mama padaku sudah seperti selam ini. Seperti ada yang hilang di rumah kami sejak perubahan perilaku mama dengan perselngkuhannya itu  Mungkin mama masih menganggapku anak kecil yang tidak tahu apa-apa.
 

Aku sayang dan rindu papaku. Aku takut suatu hari nanti mamaku benar-benar menikah dengan laki-laki itu. Hingga kini aku belum punya kebernaian dan kekuatan untuk terus terang mengatakan kepada mama tentang perbuatannya itu. AKu masih memcari cara yang tepat untuk mengatakannya dan mengingatkan mama akan klesetaiaan pada papa. Aku juga tak mau papa tahu persoalan ini. Dan sebelum papa pulang nanti, aku harus secepatnya mengakhiri perselingkuhan mama.  
 

Aku bingung harus berbuat apa ***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar