SMS Itu Buatku Tak Tenang

Rabu, 14 Februari 2018 - 13:55 WIB

Memaafkan istri selingkuh adalah salah satu cobaan maha berat yang pernah aku jalani. Meski mulut mengatakan maaf tapi hati tak bisa bohong dan selalu mengingat pengkhianatan itu.
 

Sebelas tahun sudah aku membina rumah tangga bersama orang yang sangat aku cintai dan aku sayangi. Pahit manis, suka dan duka kehidupan telah kami lalui bersama, sampai kami dikaruniai dua orang anak yang pertama laki-laki 10 tahun dan yang kedua perempuan 4 tahun.
 

Sekian lama aku mencari nafkah dengan membanting tulang demi untuk membahagiakan orang yang ku sayangi yakni anak-anak dan istriku. Keberhasilan selalu aku dapatkan dan hasinya ku serahkan semua pada istriku karena aku sangat percaya dia pandai menghemat dan menyimpan uang.
 

Sampai suatu hari, kami ingin memiliki sebuah rumah yang lebih layak untuk ditempati, dan dengan kompromi dan atas persetujuan kami berdua, aku memutuskan untuk pergi bekerja di negeri orang untuk menambah pemasukan kami.
Aku bekerja di sebuah perkebunan sawit. Sekian bulan aku berjuang untuk mencari hasil yang memuaskan, rintangan dan cobaan serta penderitaan aku hadapi dengan tegar dengan penuh keyakinan dan selama itu aku selalu menjaga kesetiaan dan kesucian pernikahan kami.
 

Tapi sekian lamanya aku berjuang kesuksesan belum juga aku dapatkan, begitu pula semakin lama tingkah laku istriku semakin berubah. Aku merasa takut jika istri selingkuh selama ku tinggalkan karena tak bisa memantaunya langsung.
 

Dari jauh aku hanya bisa menahan rasa sakit, cemburu, kesal, marah kadang sering kali tak tertahankan mendengar semakin santer isu tentang kelakuan istriku. Tapi aku tetep bersabar dan berharap bisa segera pulang tapi hasil yang kudapat belum sesuai dengan cita-cita kami untuk membeli rumah baru.
 

Aku pulang setelah masa kerjaku mencapai satu tahun dua bulan. Saat kepulanganku yang pertama begitu banyak aku temukan perubahan sikap pada istriku. Suatu hari kudapati dia sedang telponan sama laki-laki lain, tapi dia mengaku bahwa laki-laki itu adalah teman baiknya,  aku hanya mencoba percaya karena aku tak memiliki satu bukti apa pun.
 

Selama kepulanganku itu, masih ku temukan kejanggalan dalam sikap istriku terhadapku. Tapi sekali lagi aku belum mempunyai bukti apapun untuk mempersoalkannya. Kecuali kepadanya ku sampaikan bahwa selama ini aku mendengar isu atau berita tak sedap tentang dirinya. Istriku mengelak dan mengatakan bahwa semua berita itu hanyalah kabar bohong.
 

“Pasti selalu ada yang tidak menyukai rumah tangga kita yang rukun begini, bang. Sekarang aku minta agar abang tak lagi mendengar omongan-omongan miring itu. Hanya buang-buang waktu saja,” katanya membela diri. Ku akui istriku sangat pandai berdiplomasi, kata-katanya selalu seperti sangat meyakinkan.
 

Tapi sampai suatu hari, kecurigaan bahwa istriku selingkuh semakin diyakin ini benar.
 

Malam itu aku tidur sama istriku di rumah mertuaku dan bangun tidur aku dapati di handphone-ku ada SMS dari seseorang yang nomor hp-nya tak dikenal (tanpa nama). Aku kaget ketika membacanya.
 

“Percuma kau meniduri orang yang sama sekali tidak menyayangimu, nanti jika kau pergi istrimu mencari laki-laki lain!!!.
 

Buru-buru ku tunjukkan SMS itu pada istriku dan dia membacanya. “Ah itu mah paling cuman orang yang tak suka dan ingin menghancurkan rumah tangga kita!!” katanya. Dengan penuh keraguan aku coba untuk mempercayai omongan istriku.
 

Tapi sejak mendapati SMS itu hatiku semakin tak tenang. Pikiranku sangat terganggu. Menurutku tak mungkin ada asap kalau tak ada api.
 

Hari demi hari aku jalani kehidupan ini dengan penuh kesabaran dan hati yang gelisah. Memang tak ada bukti ku dapatkan, tapi hatiku berkata lain. Apa yang harus ku lakukan?
Aku mencoba bisa lebih menyayangi dan memaafkannya dengan setulus hati walaupun terkadang datang rasa sakit hati itu.
 

Aku selalu berharap agar aku bisa memaafkannya walau pun tak mungkin bagiku bisa melupakan sakit hati ini. Luka bisa saja sembuh tapi luka itu akan tetap membekas dan tak kan bisa hilang. ***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar