Permen Narkoba Beredar di Riau

Makan 3 Bungkus Permen, Balita Sakaw

Senin, 02 April 2018 - 16:09 WIB | dibaca : 174 pembaca

SELATPANJANG—Kabar permen Narkoba membuat masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti heboh. Terlebih adanya seorang bayi di bawah lima tahun (balita) tiba-tiba meracau dan tak bisa tidur setelah mengkonsumsi tiga bungkus permen merek Y yang digemari anak-anak.

Peristiwa yang dialami balita berjenis kelamin perempuan tersebut terjadi pada Sabtu (31/3) lalu sekitar pukul 08.00 WIB.  Mulanya, ia mendapat permen dari kakeknya yang dibeli di warung sekitar tempat tinggal mereka di Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi.

Tiga dari lima bungkus permen yang didapatkannya habis dimakan korban. Semula tak terlihat adanya tanda-tanda mencurigakan pada balita berusia 3,8 tahun tersebut.

Prilaku aneh baru mulai nampak setelah malam harinya. Sekitar pukul 19.00 WIB, korban tidak bisa tidur. Bahkan, ia juga kerap meracau atau dengan istilah lain sakaw.

Khawatir dengan kondisi sang anak, malam itu juga orangtua korban langsung membawa anaknya ke RSUD Kepulauan Meranti di Jalan Dorak Selatpanjang Timur. Ternyata benar, hasil tes urine balita tersebut positif mengandung methafetamin dan amphetamin (Narkotika).

“Setelah mengetahui hasilnya positif, kita langsung berkoordinasi dengan Pak Sardi dari Dinas Kesehatan dan Pak Hariadi dari Disperindag Kepulauan Meranti, terkait peredaran permen Y yang diduga mengandung Narkotika. Kita belum bisa menyimpulkannya, karena masih menunggu sampel,” ungkap Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek yang dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba Iptu Darmanto SH .

Aparat kepolisian juga sudah meminta keterangan dari keluarga korban. Termasuk melakukan penyelidikan terhadap lingkungan sekitar dan distributor yang memasok produk tersebut. Jika hasil uji labor menunjukkan bahwa permen Y positif mengandung Narkotika, maka pihak kepolisian akan bertindak tegas.

“Sementara ini masih dalam tahap penyelidikan. Jika memang positif permen Y tersebut mengandung Narkotika, akan kita sikat semuanya. Jelas ini sangat membahayakan dan mengancam anak-anak,” kata Darmanto.

Dia juga meminta kepada para orangtua agar selalu berhati-hati ketika membeli jajan anak-anaknya. Walaupun penyebabnya belum tentu benar permen Y, kewaspadaan dan pengawasan ekstra terhadap anak juga sangatlah diperlukan.

“Tadi pagi sampelnya sudah dikirim ke BBPOM Pekanbaru dan siang ini sudah sampai. Kita tunggu saja hasilnya,” tambah Darmanto.

Kapolda Perintahkan Kapolres
Mengantisipasi beredarnya permen Narkoba, Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH  perintahkan seluruh Kapolres jajaran untuk melakukan penyelidikan. ‘’Sudah saya perintahkan Polres Kepulauan Meranti untuk melakukan penyelidikan,’’ kata Nandang MH usai peletakan batu pertama Mapolda Riau, Senin (2/4) siang.

Untuk pengungkapan asal usul permen tersebut, sambung Kapolda, Polres Kepulauan Meranti sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan. ‘’Kita juga sedang menunggu hasil uji laboratorium,’’ ujarnya.

Dari penelusuran, kata Kapolda, diketahui awalnya permen tersebut didapatkan dari kakeknya yang dibeli dari kedai terdekat sebanyak lima bungkus. ‘’Kata saksi, cucunya sendiri yang meminta dibelikan permen tersebut. Setelah dikonsumsi, barulah bertingkah ngawur,’’ terang Kapolda.

Terkait temuan ini, Kapolda meminta masyarakat agar tidak cemas. Jika menemukan permen tersebut, segera melapor ke kantor kepolisian terdekat. ‘’Kalau ditemukan di kedai-kedai, harap segera lapor,’’ pungkasnya.

Tunggu Hasil Laboratorium
Terpisah, Kepala BBPOM Pekanbaru Muhammad Kashuri saat dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, pihaknya sudah menerima sampel dari pihak Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti. Untuk kepastian dan untuk melihat kandungan di dalam permen tersebut, pihaknya saat ini sedang menunggu hasil uji laboratorium. 'Kita masih menunggu hasil uji lab,' singkatnya. =MX9/mx13

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar