Sasar Pekerja Sawit di Tiga Kecamatan

Suami Istri Bisnis Narkoba

Jumat, 13 April 2018 - 16:23 WIB | dibaca : 268 pembaca

ROHUL—Ada yang menarik dalam pengungkapan perkara narkoba di Dusun Tanjung Alam, Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kasus ini melibatkan pasangan suami istri berinisial FA (37) dan MI (42) yang sudah dijebloskan ke penjara.

Barang bukti disita dari mereka berupa 2 kilogram daun ganja, tujuh paket daun ganja siap edar dan 12 gram sabu-sabu. Rencananya akan diedarkan kepada pekerja perkebunan di tiga kecamatan di Rohul.

“Rencananya narkotika daun ganja kering dan sabu-sabu itu akan dipasarkan di tiga kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Kepenuhan, Kepenuhan Hulu dan Bonai Darussalam dengan sasaran para pekerja di perusahaan perkebunan,’’ kata Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK MSi saat ekapose di Mapolres Rohul, Jumat (13/4).

Pasangan suami istri itu dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya di atas 10 tahun penjara.

“Meskipun diakui tersangka FA bahwa barang itu miliknya dan tidak ada hubungan dengan istrinya (MI), namun tetap kita proses. Pasalnya, sang istri juga mengetahui bahwa suaminya seorang pengedar narkotika itu,’’ ugkap M Hasyim didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Masjang dan Paur Humas Ipda Nanang Pujiono.

Dalam kasus ini, jelas Kapolres, petugas pertama kali mengamankan MI pada Rabu (4/4) lalu. Kala itu, suaminya FA melarikan diri saat penangkapan.

Ia sempat dikejar ke rumah keluarganya di Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan dan Kecamatan Ujung Batu, namun tidak ditemukan. Beberapa hari diburon, FA menyerahkan diri. Alasannya, ia tak tega melihat istrinya di penjara.

“Dia bertanggung jawab sebagai suami untuk menyerahkan diri, tidak mengorbankan istrinya. Ini sangat miris sekali, suami istri hanya gara-gara menjual barang haram akhirnya berurusan dengan pihak kepolisian,” sebut M Hasyim.

Dari interogasi, FA mengaku daun ganja dan sabu dibelinya sama kenalannya di Medan, Provinsi Sumatera Utara. Barang haram tersebut diantar seorang kurir.

“Dia juga mengakui bahwa bisnis haram yang dilakukan sekitar dua bulan terakhir. Dia sudah jaringan provinsi, sebab rata-rata Narkoba yang masuk ke Rohul sebagian besar didatangkan dari Sumut,’’ ungkap.

Meski sudah menyerahkan diri, polisi tidak bisa membebaskan istrinya. “Istrinya juga tetap akan dihukum, karena perempuan tersebut mengetahui bisnis haram suaminya, bahkan berupaya menghilangkan barang bukti,’’ tutup M Hasyim. =MX20

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar