PT Mega Green Technologi Pekerjakan 2 TKA Ilegal

Minggu, 27 Mei 2018 - 14:39 WIB | dibaca : 179 pembaca

DUMAI--Kantor Imigrasi Kota Dumai mengamankan dua tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja di Kota Dumai tanpa dilengkapi surat izin kerja dan suat izin tinggal serta domisili selama di Indonesia.

Kedua TKA berkewarganegaraan Cina ini diamankan di areal PT Mega Green Technologi, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kamis (24/5).

Kedua TKA tersebut saat ini sedamg menjalani pemeriksaan intensif di ruang Wasdakim Imigrasi Dumai hingga Jumat (25/5) petang. Ada dugaan keduanya melakukan penyalahgunaan izin tinggal.

Informasi yang didapat di Imigrasi Dumai menyebutkan, seorang TKA kedapatan sedang bekerja di areal perusahaan di kawasan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Dan yang satu orang lagi bekerja sebagai mandor atau pengawas pemasangan mesin di areal perusahaan.

Sementara pada hari penindakan, salah seorang TKA sedang tidak berada di lokasi perusahaan. Petugas pun mengamankan satu WNA yang bertugas sebagai atasan mandor itu. Ia sedang berada di sebuah rumah sewa.

Petugas kemudian menyita dua paspor milik warga negara RRC bernama Han Ruiheng dan Han Junping. Nah, selang beberapa lama kemudian TKA yang satu lagi berhasil diamankan petugas. Keduanya tampak duduk di depan petugas Imigrasi. PT Mega Green Technologi memang tercatat memiliki dua TKA di areal perusahaan.

Dua TKA ilegal ini tak tercatat secara resmi bekerja di sana. “Kami mengamankan kedua WNA karena bekerja tanpa izin resmi di wilayah perusahaan. Mereka juga menyalahi izin tinggal yang diberikan,” terang Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi atau Wasdakim Kantor Imigrasi Dumai, Rangga Putra Yudha, Sabtu (26/5).

Keduanya sudah berada di Kota Dumai selama satu bulan. Mereka berada di Kota Dumai sejak 25 April 2018 silam. Sesuai cacatan perjalannya para TKA ini sempat berada di Kota Batam, Kepulauan Riau pada 24 April 2018. Ada dugaan ia masuk ke Batam dari Singapura.

Menurutnya, hasil pemeriksaan sementara kedua WNA memang bekerja di perusahaan itu. Satu bekerja sebagai mandor dan satu lagi atasannya untuk pemasangan mesin di areal perusahaan. Proyek pemasangan mesin di areal perusahaan memang mendatangkan dua TKA tersebut.

Para TKA ilegal ini tidak cuma berbekal paspor, juga visa bisnis D-212 untuk pertemuan bisnis. Pembatasan setiap kunjungan hanya 60 hari.

Rangga mengatakan, pihak imigrasi masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Ada kemungkinan kedua TKA ilegal bakal dideportasi. Proses deportasi masih menanti hasil pemeriksaan.

Mereka hanya jalani pemeriksaan secara maraton tanpa penahanan di Ruang Detensi Imigrasi Dumai. Pihak Imigrasi Dumai tak hanya berencana mendeportasi kedua TKA ilegal. Mereka akan mencekal keduanya untuk masuk ke Indonesia.

“Kami bakal rampungkan pemeriksaan secapatnya. Sebab ada rencana pemulangan terhadap kedua TKA ke negaranya,” paparnya.

Rangga menegaskan bahwa perusahaan sebagai penanggungjawab atau pemberi kerja harus melaporkan keberadaan TKA di areal perusahaan.

Pihak perusahaan yang tidak melaporkan keberadaan TKA bisa saja terjerat sanksi sesuai Undang-Undang No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

“Sanksi yang kita berikan tidak cuma kepada pekerja, tapi juga pemberi kerja. Sebab mereka mempekerjakan TKA secara ilegal,” ulasnya.

Seorang perwakilan perusahaan tampak mendampingi kedua TKA ilegal tersebut. Wanita berambut panjang mendadak keluar ruangan saat sejumlah wartawan menyorot kamera di ruang pemeriksaan. Ia meninggalkan ruangan sembari berlalu begitu saja tanpa memberi keterangan.

“Mereka terindikasi tidak melaporkan adanya tamu asing. Kita sudah berikan sanksi teguran dan pulangkan para WNA ke negaranya,” tutur Rangga. =MX15

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar