Hakim Sebut Direktur CV PMK ’Abal-abal’

Selasa, 05 Juni 2018 - 14:27 WIB | dibaca : 199 pembaca

PEKANBARU —Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menghadirkan Diretur CV Panca Mandiri Konsultan (PMK) Raymon Yundra, ke persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas.

Dihadirkannya Raymon ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin (4/6), dalam kapasitas sebagai saksi untuk dimintai keterangannya.

Dalam persidangan itu, duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa adalah Kepala Dinas (Kadis) Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Manusia (Ciptada) Riau, Dwi Agus Sumarno, konsultan pengawas dari CV Panca Mandiri Konsultan, Rinaldi Mugni, dan pihak rekanan yang menggunakan bendara PT Bumi Riau Lestari, Yuliana J Bagaskoro.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Bambang Myanto SH MH, Raymon yang kini berstatus terdakwa dalam perkara yang sama (berkas terpisah) mengatakan, perusahaannya memenangkan tender untuk melakukan pengawasan proyek RTH tersebut, senilai Rp187 jutaan. ‘’Setelah dipotong pajak, totalnya menjadi Rp163.700.800,’’ ucapnya.

Dalam persidangan itu, terungkap fakta bahwa ada peran Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK), Yusrizal, dalam mengubah struktur perusahaan milik Raymon itu.

Dalam keterangan Raymon, PPK meminta untuk memasukkan nama terdakwa Rinaldi Mugni ke dalam pelaksanaan pengawasan proyek RTH itu.

‘’Yang disetujui PPK itu Arri Arwin (terdakwa, berkas terpisah). Arri Arwin menggantikan Hendri. Jadi yang diterima (PPK), Rinaldi Mugni, Arri Arwin dan Rinaldi. Ini yang disetujui PPK. Jadi saat disetujui perusahaan kami, PPK menyuruh untuk merombak struktur perusahaan,’’ tuturnya.

Dalam keterangannya juga, Raymon mengaku tidak pernah melakukan pengontrolan pengawasan dalam pengerjaan pembangunan RTH tersebut. Hal tersebut dikarenakan dirinya sedang berada di proyek lain. ‘’Rinaldi Mugni tidak pernah melaporkan tugasnya selaku konsultan pengawas di proyek RTH,’’ terangnya.

Tidak sampai di situ, Raymon juga menyebut bahwa dirinya tidak pernah turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan. Dirinya juga mengatakan, tidak ada yang dilakukannya setelah mengetahui perusahaannya menang tender.

‘’Semua dikerjakan oleh Rinaldi Mugni,’’ katanya. Terkait hal tersebut, hakim anggota Khamazaro Waruwu SH MH terlihat marah dengan keterangan Raymon. Hakim Khamazaro bahkan menyebut Raymon sebagai Direktur CV Panca Mandiri Konsultan, abal-abal.

‘’Saksi berarti Direktur abal-abal. Namanya saja Direktur, tapi tidak tahu apa yang dikerjakan,’’ ucap Khamazaro sambil tertawa mengejek.

Dalam keterangannya itu, lagi-lagi Raymon mengatakan, semua kegiatan perusahaan dalam pembangunan RTH tersebut, merupakan tanggung jawab Rinaldi Mugni. Bahkan dirinya juga mengaku tidak pernah melakukan penandatanganan laporan pekerjaan pengawasan dalam pembangunan RTH setiap bulan.

Terkait hal itu, hakim Khamazaro menunjukkan bukti tanda tangannya dalam laporan pekerjaan pengawasan  pembangunan RTH setiap bulan.

Namun, Raymon membantah dirinya melakukan tanda tangan laporan bulanan itu. ‘’Jadi ini tanda tangan siapa,’’ tanya Khamazaro. ‘’Tidak ada saya tanda tangan,’’ jawab Raymon. ‘’Berarti tanda tangan anda dipalsukan,’’ tanya Khamazaro lagi, yang selanjutnya Raymon hanya diam.

Hakim selanjutnya memanggil Raymon, JPU, penasehat hukum para terdakwa, serta terdakwa Rinaldi Mugni, kedepan untuk melihat jelas tandatangan laporan bulanan untuk pengawasan pembangunan RTH.

‘’Berarti laporan bulanan ini bukan anda yang tanda tangan,’’ tanya Khamazaro sambil memperlihatkan bukti yang ada tanda tangan Raymon. ‘’Bukan pak, bukan saya yang menandatanganinya,’’ jawab Raymon.

Selanjutnya, giliran hakim anggota Suryadi SH MH bertanya kepada Raymon. Dalam pertanyaannya, hakim Suryadi menanyakan kapasitas Rinaldi Mugni dalam proyek tersebut. Padahal dalam struktur CV Panca Mandiri Konsultan, nama Rinaldi Mugni tidak ada. Lagi-lagi, Raymon tidak bisa menjawab.

Melihat hal itu, hakim Suryadi kembali mencecar pertanyaan kepada Raymon terkait buku tabungan perusahaan ada ditangan Rinaldi Mugni, sedangkan cek ada ditangan Raymon. Sama halnya dengan sebelumnya, Raymon tidak bisa menjawab.

Atas hal itu, hakim Suryadi tampak marah besar. Pasalnya, tidak ada satupun yang bisa dijawab oleh saksi Raymon. ‘’Hati-hati anda. Ini extra ordinary crime. Jangan main-main anda disini,’’ ancam hakim Suryadi.

Dikatakan Raymon, Rinaldi Mugni merupakan salah satu pendiri perusahaan CV Panca Mandiri Konsultan. Namun, pada tahun 2013, Rinaldi Mugni keluar dari perusahaan. Terkait hal ini, lagi-lagi hakim Suryadi kembali marah.

‘’Bukan seperti itu penjelasannya. Inikan proyek tahun 2015. Rinaldi Mugni sudah keluar sejak tahun 2013. Makanya saya tanya, kok bisa buku tabungan bisa sama Rinaldi Mugni, tetapi cek sama anda,’’ tanya hakim Suryadi.

Atas hal itu, Raymon kembali menjelaskan bahwa, selain CV Panca Mandiri Konsultan, dirinya juga memiliki CV Yudha Karya, yang bergerak dibidang yang sama.

‘’Jadi kenapa Rinaldi Mugni keluar di tahun 2013, karena dalam peraturan, 1 orang tidak boleh menjabat 2 kedudukan dalam perusahaan. Makanya akte perusahaan direvisi, sehingga nama Rinaldi Mugni tidak ada di CV Panca Mandiri Konsultan,’’ kata Raymon menjelaskan.

Untuk diketahui, pembangunan RTH Tunjuk Ajar Integritas yang berada di Jalan Ahmad Yani, dibangun menggunakan anggaran tahun 2016 senilai lebih dari Rp8 miliaran.

Dalam kasus ini terdapat 18 orang tersangka. 6 orang diataranya sudah menjalani sidang, dan dalam proses persidangan. Sisanya, masih dalam proses penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. =MX10

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar