Pemko Dumai Target Terpasang 25 Ribu Jargas di Tahun 2020

Jumat, 22 Juni 2018 - 15:20 WIB | dibaca : 224 pembaca

DUMAI--Perusahaan Gas Negara (PGN) masuk ke Kota Dumai untuk berinvestasi dan menjalankan usaha. Dengan demikian, masyarakat Dumai bakal merasakan  manfaat gas alam sebagai bahan bakar pengganti tabung gas untuk kebutuhan rumah tangga.

Jaringan pipa transmisi milik PGN yang sudah dibangun di Kota Dumai dalam beberapa tahun belakangan. Pemerintah Kota Dumai pun saat ini mengajukan pembangunan jaringan gas (jargas) kota ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), agar proyek pembangunan jargas masuk di Kota Dumai.

Wali Kota Dumai H Zulkifli As mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Kota Dumai sudah mengajukan permohonan pembangunan jargas di Kota Dumai ke Kementerian ESDM.

“Kita sudah mengajukan permohonan pembangunan jargas di Kota Dumai ke Kementerian ESDM dan kita targetkan pada tahun 2019 mendatang akan terbangun 6.000 jargas ke rumah-rumah masyarakat dan pada tahun 2020 kita targetkan sebanyak 25 ribu jaringan gas akan terpasang di Kota Dumai,” kata Wali Kota Dumai.

Ditambahkan Zulkfli As, nantinya pembangunan jargas menuju ke pemukiman warga tersebut akan sepenuhnya dibiayai oleh negara sehingga tidak membebankan masyarakat. Untuk pemasangan jaringan gas ke pemukiman jika dilakukan secara mandiri, masyarakat akan dipungut biaya dan nilainya cukup besar.

“Saat ini PGN juga mengadakan program Sayang Ibu dengan membangun sambungan gas sebanyak 100 rumah di pemukiman warga. Dimana dalam program ini pihak PGN akan memberikan keringan biaya pemasangan kepada warga yang ingin menggunakan gas alam PGN,” tambahnya.

Dikatakan orang nomor satu di Kota Dumai ini, sebelumnya dirinya sudah melakukan survei di Kota Batam sebagai salah satu daerah yang sudah berhasil membangun dan memanfaatkan gas PGN sebagai bahan bakar untuk pemukiman warga maupun tempat-tempat usaha.

“Kita sudah survei dan pastikan kalau penggunaan gas alam yang akan disalurkan PGN itu aman dibandingkan dengan penggunaan gas tabung yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Selain itu penggunaan gas PGN akan lebih hemat dalam segi pembiayaan,” urai Zul As.

Diterangkan Zul As, dari hasil survei yang dilakukan di Kota Batam, didapatkan kalau tekanan gas alam PGN berada di bawah 1 bar sementara untuk gas yang menggunakan tabung berada di tekanan sebesar 4 bar dan lebih beresiko. Selain itu penggunaan gas alam PGN masyarakat dapat melakukan penghematan pembiayan sampai 60 persen.
=MX15

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar