Dugaan Rekayasa Proyek 2010

PT Vira Jaya, KPK & Pemkab Digugat

Rabu, 04 Juli 2018 - 15:57 WIB | dibaca : 533 pembaca

BANGKINANG--Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang, Rabu (4/7) siang menggelar sidang gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) PT Vira Jaya tentang dugaan rekayasa proses lelang proyek Jalan M Yamin di tahun 2010. Perkara ini dilaporkan Juswari Umar Said SH MH yang juga anggota DPRD Kampar dari Fraksi Demokrat.

Sidang dibuka Ketua Majelis Hakim Decky Christian S, SH dengan Hakim Anggota Nurafriani Putri SH dan Ira Rosalin SH MH. Para tergugat dihadirkan. Mulai dari PT Vira Jaya diwakili kuasa hukumnya Iskandar Halim SH, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar diwakili Kabag Hukum Kampar Khairuman dan Kepala Dinas PUPR Kampar Afdal.

Sayang, dalam sidang perdana gugatan tidak berjalan dengan mulus. Ketika Ketua Majelis Hakim memanggil pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang turut tergugat, tak kujung hadir. Dengan tidak hadirnya KPK, majelis hakim menunda persidangan sampai 8 Agustus 2018.

Diketahui sebelumnya, penggugat Juswari Umar Said SH MH mengatakan, gugatan yang dilakukan itu mengenai temuannya dan laporan hasil audit BPK RI. Pasalnya, audit BPK tersebut tidak pernah diberikan pimpinan kepada anggotanya.
“Karena itu, selaku tugas anggota Dewan, melakukan pengawasan,’’ ungkapnya.

Gugutan itu, sebut Juswari, bukan selaku wakil rakyat di DPRD Kampar. Alasanya, ia bukan berada di bagian anggaran dan bagian musyawarah. ‘’Melakukan gugatan secara pribadi, karena untuk hering saja susah,’’ pungkasnya.

Dengan adanya dugaan rekayasa ini, Juswari meminta KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan. “Karena ini jelas sudah merugikan negara dengan apa yang dilakukan tersebut,’’ ujarnya.

Juswari juga menyebutkan, penunjukan PT Vira Jaya tidak sesuai Keppres untuk melakukan proyek jalan M Yamin. Sehingga terindikasi merugikan negara lebih kurang Rp800 juta dari nilai proyek yang hampir Rp10 miliar.  =MX19

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar