Penyidikan Dugaan Korupsi di Dispora Riau

Tiga PPTK Belum Tersentuh

Minggu, 08 Juli 2018 - 15:36 WIB | dibaca : 174 pembaca

PEKANBARU—Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.

Kedua tersangka tersebut adalah Mislan, yang saat kegiatan berlagsung menjabat sebagai salah satu kepala bidang di Dispora Riau sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Abdul Haris selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak 2 Mei 2018 lalu. Hal itu dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti terkait keterlibatan keduanya dalam penyimpangan kegiatan yang dikerjakan pada 2016 lalu itu.

Dalam proses penyelidikan, Kejati Riau meyakini adanya bukti permulaan yang cukup berupa perbuatan melawan hukum dalam proses penganggaran maupun proses pelaksanaan kegiatan, sehingga perkara ini layak naik ke tahap penyidikan sejak 27 Februari 2018.

Sejak saat itu, penyidik berupaya mengumpulkan alat bukti hingga akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Keduanya telah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka pada Rabu (4/8) kemarin, dan belum dilakukan penahanan karena dinilai masih kooperatif.

Selain Abdul Haris, ternyata pada kegiatan itu terdapat tiga orang PPTK lainnya. Mereka masing-masing berinisial JS, HE, dan YY. Dari tiga PPTK tersebut, YY diketahui masih bertugas di Dispora Riau.

Terhadap mereka, diketahui telah diperiksa dalam statusnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan SH MH mengatakan, sejauh ini penyidik telah melakukan proses penyidikan. Proses itu dilakukan dengan pengumpulan alat bukti, baik dari keterangan saksi-saksi maupun alat bukti dokumen.

Dari proses itu, penyidik baru menyimpulkan bahwa Mislan dan Abdul Haris sebagai oleh yang bertanggung jawab. Sehingga, oleh penyidik, keduanya ditetapkan sebagai tersangka. “Yang baru ditemukan ya itu (Mislan dan Abdul Haris) dalam proses pemeriksaan,” ucap Muspidauan, Ahad (8/7).

Meski begitu, proses penyidikan diyakini belum berhenti sampai di situ. Jika ditemukan bukti-bukti terkait keterlibatan pihak lain, termasuk tiga PPTK tersebut, penyidik tentunya akan melakukan pendalaman.

“Kalau ada pembuktian ke sana (keterlibatan pihak lain), bisa dilakukan pendalaman,” terang mantan Kasi Datun Kejari Pekanbaru itu.

Sebelumnya, Asisten Pidsus (Aspidsus) Kejati Riau, Subekhan SH MH memberi sinyal, kasus ini tidak berhenti pada dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu. Tidak tertutup kemungkinan adanya penambahan tersangka, tergantung pada proses penyidikan yang dilakukan. =MX10

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar