Terpidana Korupsi Vaksin Meningitis

Oknum Dokter Mantan Kepala KKP Ditangkap

Kamis, 30 Agustus 2018 - 16:01 WIB | dibaca : 149 pembaca

BERAKHIR sudah pelarian dr Iskandar. Mantan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pekanbaru ini ditangkap tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), Rabu (29/8) sekitar pukul 18.50 WIB.

Penangkapan tersebut, dilakukan di Komplek Taman Umar Sari Blok B 10, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur. Pria 52 tahun itu, berhasil ditangkap setelah tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru berkoordinasi dengan Kejati Sumut.

Ia yang berstatus terpidana ini, ditangkap berdasarkan putusan Makamah Agung (MA) nomor: 582.K/Pid.Sus/2014 tanggal 21 Mei 2014.

‘’Benar, yang bersangkutan merupakan terpidana dalam kasus korupsi pemungutan biaya pemberian vaksin meningitis pada calon jemaah umroh pada KKP Kelas II Pekanbaru tahun 2011 sampai dengan 2012,’’ ucap Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Kamis (30/8).

Lebih lanjut dikatakannya, dalam pelariannya, Iskandar yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak awal tahun 2018 ini, selalu berpindah-pindah tempat, dari Batam ke Medan.

‘’Selama di Medan, dr Iskandar ini bekerja sebagai dokter di RS Estomihi Medan, di klinik Bunda dan mengajar di STIKES Senior Medan,’’ terang Fuad.

Setelah berhasil menangkap Iskandar, selanjutnya tim Intelijen Kejari Pekanbaru langsung membawa ke Pekanbaru.

‘’Pelaksanaan eksekusi di Pekanbaru. Sekarang kita masih di Medan, menunggu jadwal penerbangan,’’ tambahnya.

Ditambahkannya, dalam proses hukum di Pengadilan, dr Iskandar tidak dilakukan tindakan penahanan. Hal tersebut dikarenakan, yang bersangkutan saat itu mengalami kecelakaan.

‘’dr Iskandar dulu juga tidak ditahan karena mengalami kecelakaan motor, kakinya patah. Tapi setelah sembuh, malah melarikan diri,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Sri Odit Megonondo SH mengatakan, dr Iskandar dalam putusan Kasasi MA, dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun, dan dibebankan membayar denda sebesar Rp200 juta atau subsidair 1 bulan penjara.

‘’Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp14,8 juta atau subsider 1 bulan penjara,’’ ujar Odit.

Untuk diketahui, perbuatan dr Iskandar dilakukan bersama-sama dengan dr Suwignyo dan Mariane pada periode Januari-Desember 2011 dan periode Januari sampai Juli 2012.

Saat korupsi itu terjadi, Mariane dan Suwignyo mendapat kewenangan dari Kepala KKP Pekanbaru Iskandar untuk memberikan suntik vaksin meningitis kepada 12.701 calon jamaah umrah.

Pengadilan menyatakan terbukti terjadi korupsi penggelembungan biaya (mark up) dari biaya resmi suntik vaksin yang ditetapkan Kemenkes RI sebesar Rp20 ribu per orang.

Namun, para jamaah umrah dikenakan biaya sebesar Rp200 ribu hingga Rp550 ribu, sehingga terjadi mark up sebesar Rp759.300.000 dari 12.701 jamaah umrah.

Para terpidana terbukti bersalah dengan melanggar Pasal 12 huruf (e) Undang-undang (UU) RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. ***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar