Korupsi Pembangunan RTH

Mantan Kadis Ciptada Dihukum 17 Bulan

Selasa, 04 September 2018 - 14:50 WIB | dibaca : 33 pembaca

PEKANBARU —Mantan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) Riau, Dwi Agus Sumarno, divonis 17 bulan penjara dalam korupsi proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Vonisnya itu paling rendah dibandingkan dua terdakwa lainnya, Rinaldi Mugni dan Yuliana J Bagaskoro.

Hal tersebut terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (3/9) malam. Sidang tersebut dengan agenda pembacaan vonis yang disampaikan majelis hakim yang diketuai Bambang Myanto SH MH.

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menilai perbuatan ketiga terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana tertuang dalam dakwaan kesatu primair, yakni Pasal 2 ayat (1) ke-1 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Namun, ketiganya dinyatakan bersalah melanggar dakwaan kesatu subsidair, yaitu Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, karena terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara.

‘’Mengadili terdakwa Dwi Agus Sumarno dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 5 bulan (17 bulan),’’ ujar hakim ketua yang didampingi hakim anggora masing-masing Khamazaro Waruwu SH dan Suryadi SH.

Selain itu, menantu mantan Gubernur Riau Annas Maamun itu juga dibebankan membayar denda sebesar Rp50 juta subsidair 1 bulan penjara, dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp80 juta.

Uang ini sudah dititip ke kejaksaan. Sementara itu, dua terdakwa lainnya, Rinaldi Mugni yang merupakan konsultan pengawas proyek, dan Yuliana J Bagaskoro, rekanan proyek RTH Tunjuk Ajar Integritas, juga dijatuhi hukuman pidana. Hukuman keduanya lebih tinggi dibandingkan Dwi Agus Sumarno.

Oleh majelis hakim, Rinaldi Mugni dijatuhi hukuman selama 22 bulan, denda Rp50 juta subsidair 1 bulan, dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp163.708.000 yang telah ia titipkan di Kejaksaan. Sementara, Yuliana dihukum 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan.

‘’Menghukum terdakwa Yuliana J Bagaskoro membayar uang pengganti kerugian negara Rp755.357.542,99 atau subsidair 6 bulan penjara,’’ lanjut hakim ketua.

Atas putusan itu, Dwi Agus dan Rinaldi Mugni kompak menerimanya. Berbeda, Yuliana menyatakan pikir-pikir selama 7 hari, apakah menerima atau menolaknya dengan mengakukan upaya hukum banding. ‘’Pikir-pikir yang mulia,’’ kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Amin SH yang didampingi Hamiko SH, saat dimintai tanggapan atas putusan itu.

Sebelumnya, Dwi Agus dituntut 2 tahun, Rinaldi Mugni 2,5 tahun, dan Yuliana 3,5 tahun. Ketiganya juga dituntut membayar denda masing-masing Rp50 juta atau subsidair 3 bulan kurungan. Sementara untuk uang pengganti kerugian negara sesuai dengan vonis hakim.

Yang berbeda hanya subsideritas pada uang pengganti kerugian negara yang dibebankan kepada Yuliana J Bagaskoro, yaitu selama 1 tahun dan 8 bulan penjara.  =MX10

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar