Korupsi, Pak Kades Dijebloskan ke Penjara

Kamis, 06 September 2018 - 15:06 WIB | dibaca : 58 pembaca

BENGKALIS —Diduga melakukan tindak pidana korupsi dana Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) yang dikelola di Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Kepala Desa (Kades) Putri Sembilan (pemekaran Desa Kadur), Zali STh I (36) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Rabu (5/9) siang.

Kades Zali disangkakan bersalah menyalahgunakan kewenangan ketika menjabat sebagai Ketua UED SP Al-Barokah Desa Kadur dan menyebabkan kerugian keuangan negara/daerah mencapai sekitar Rp687 juta lebih.

Sebelum resmi ditahan, berkas atas nama tersangka Zali telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Tim Tipidkor Reskrim Polres Bengkalis. Selanjutnya, dilimpahkan (Tahap II) ke jaksa penuntut di ruang Pidana Khusus, Kejari Bengkalis untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam pelimpahan ini, Kades Zali didampingi kuasa hukumnya, Windrayanto SH. Setelah mengisi berkas-berkas yang diperlukan, terdakwa langsung dibawa ke Pekanbaru menggunakan kendaraan roda empat, untuk dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

‘’Setelah kita lakukan audit ternyata ada kerugian, kemudian sekitar pertengahan 2017 kita tingkatkan status tersangka. Selanjutnya melengkapi berkas sampai pelimpahan hari ini. Z ini juga menjabat sebagai Kades di Rupat Utara,’’ ungkap Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Bengkalis Ipda Hasan Basri SH.

Kasus ini terungkap setelah berdasarkan berita acara serah terima pengelolaan UED SP Al Barokah Desa Kadur dari Zali ke pengelola yang baru pada Juni 2016 silam, ternyata tidak terdapat saldo fisik uang atau saldo akhir. Saldo kas digunakan oleh Zali untuk kepentingan pribadi dengan cara pinjaman fiktif atau rekayasa.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bengkalis Agung Irawan SH mengatakan, berkas dan barang bukti sudah dinyatakan lengkap dan tersangka sudah dilimpahkan ke Pidsus. Tersangka ditahan dan kemudian langsung dititipkan ke Rutan di Pekanbaru untuk segera disidangkan.

‘’Setelah dilimpahkan oleh pihak kepolisian ini, kita tahan tersangka dan dititipkan ke Rutan Sialang Bungkuk. Segera akan kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor di Pekanbaru untuk disidangkan’’ ungkap Agung.

Ditahannya Kades yang baru menjabat sekitar setahun pasca dilantik bupati Agustus 2017 lalu ini, kuasa hukumnya, Windrayanto, berupaya mengajukan penangguhan penahanan. ‘’Rencana kita akan mengajukan penangguhan penahanan. Tentu untuk membuktikan klien kita harus melalui persidangan nantinya,’’ katanya.***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar