Juswari: Jalani Saja Dulu Proses Mediasi

PT Vira Jaya Digugat di PN Bangkinang

Jumat, 07 September 2018 - 15:46 WIB | dibaca : 53 pembaca

BANGKINANG —Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) terhadap PT Vira Jaya, yang diajukan oleh anggota DPRD Kampar Juswari Umar Said di Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang sudah memasuki tahap mediasi selama 30 hari.

Dalam hal ini Juswari Umar Said, yang dihubungi Pekanbaru MX melalui selulernya, menyebutkan akan mengikuti tahapan mediasi yang sedang berjalan.

‘’Tanggal 17 besok masih dilakukan mediasi di PN Bangkinang antara saya selaku penggugat dan tergugat,’’ ucapnya, Jumat (7/9).

Ketika ditanya apakah ada niat untuk berdamai dengan tergugat dalam tahap mediasi ini, Juswari, menjawab kita lihat saja tahap mediasi. ‘’Dirinya tidak bisa untuk mengambil kesimpulan,’’ ujarnya.

Selain itu, Juswari juga mengaku, bahwa dalam gugagatan yang sedang dirinya jalani ini tidak ada tekanan dari siapapu. ‘’Sampai proses ini masuk tahap sekarang saya tidak ada mendapat tekanan,’’ tuturnya.

Sedangkan Ketua Majelis Hakim Decky Christian S SH mengatakan, perkara ini sudah masuk tahap mediasi antaran pihak penggugat dan tergugat. Dalam tahap mediasi itu semua pihak hadir. ‘’Karena itu dalam tahap mediasi yang lamanya 30 hari ini, kami hanya menunggu apakah mereka berdamai atau tidak,’’ ujarnya.

Lanjutnya, jika dalam waktu yang lama ini penggugat dan tergugat tidak berdamai, maka akan masuk ketahap selanjutnya pembacaan dakwaan gugatan yang diajukan penggugat. ‘’Namun intinya dalam sidang gugatan ini kita memberikan tenggan waktu bagi mereka untuk berdamai,’’ ucapnya.

Untuk diketahui, dalam masalah ini penggugat Juswari Umar Said SH MH sebelumnya mengatakan, gugatan yang dilakukan itu mengenai temuan yang dirinya dapat dan kemudian melaporkan hasil Audit BPK RI.

Karena Audit BPK tersebut tidak pernah diberikan pimpinan kepada anggotanya. ‘’Karena itu selaku tugas anggota Dewan melakukan pengawasan,’’ ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, kenapa dirinya tidak melakukan haknya selaku wakil rakyat di DPRD Kampar. Karena dirinya bukan berada di bagian anggaran dan bagian musawarah. ‘’Untuk itu dirinya melakukan gugatan secara pribadi, karena untuk hering saja susah,’’ pungkasnya.

Dengan adanya dugaan rekayasa ini, dirinya meminta KPK melakukan penyelidikan dan Penyidikan terhadap kasus ini. ‘’Karena ini jelas sudah merugikan negara dengan apa yang dilakukan tersebut,’’ ujarnya.

Ia juga menyebutkan, penunjukan PT Vira Jaya tidak sesuai Keppres untuk melakukan proyek Jalan M Yamin. Sehingga terindikasi merugikan negara senilai lebih kurang hampir Rp800 juta dari nilai proyek lebih kurang hampir Rp10 miliar. =MX19

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar