Mantan Kadishub Rohul Tidak Ditahan

Selasa, 11 September 2018 - 15:58 WIB | dibaca : 41 pembaca

ROKANHULU—Meski sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pembayaran tagihan rekening listrik Penerangan Jalan Umum (PJU), Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Rokan Hulu (Rohul) inisial RR tidak ditahan.

Dalam perkara ini, tersangka RR diduga tidak melakukan pembayaran tagihan rekening listrik PJU ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak Januari hingga Juni tahun 2017 lalu, dengan nilai sekitar Rp690 juta lebih.

Pekara dugaan korupsi anggaran PJU ini ditanganni Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Rohul, sejak dilaporkan oleh salah satu lembaga beberapa waktu yang lalu.

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Harry Avianto SIK mengatakan, mantan Kepala Dishub Rohul RR resmi ditetapkan tersangka setelah gelar perkara di ruang gelar Ditreskrimsus Polda Riau dan Surat Ketetapan Nomor : S. Tap/14/IX/2018/Res Rohul, Kamis tanggal 30 Agustus 2018 lalu. Tanggal 3 September 2018 resmi ditetapkan tersangka.

Kemudian, usai ditetapkan tersangaka, pihak penyidik Tipikor Polres Rohul melakukan pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka terhadap RR, Senin (10/9). Usai menjalani pemeriksaan lebih kurang sekitar 3 jam lebih, RR diperbolehkan pulang atau tidak dilakukan penahanan.

Adapun alasan pihak penyidik tidak melakukan penahanan kepada tersangka RR, kata AKP Harry, karena masih ada proses pemeriksaan lanjutan. Kemudian yang bersangkutan dinilai kooperatif dan datang memenuhi panggilan penyidik Polres Rohul.

“Karena masih ada hal yang perlu dilengkapi dan masih ada pemeriksaan lanjutan. Kemudian, selama ini tersangka kooperatif,” kata AKP Harry, Senin malam.

Diakui AKP Harry, mengenai tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka RR yakni tidak melakukan pembayaran tagihan rekening listrik di Dishub Rohul sejak Januari hingga Juni 2017 lalu. Dan hal itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP)

“Berdasarkan hasil Penghitungan Kerugian Negara (PKN) dari BPKP Riau, ada kerugian negara sebesar Rp693.044.204,” tutup AKP Harry. =MX20

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar