Terima Suap Penerimaan PTT di Diskes

Oknum PNS Pingsan Divonis 4 Tahun

Rabu, 03 Oktober 2018 - 15:37 WIB | dibaca : 101 pembaca

Yulia Fitri jatuh pingsan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (2/10) siang. Ia tak kuasa menahan diri saat divonis majelis hakim dengan hukuman empat tahun penjara.
Menurut majelis hakim yang dipimpin oleh Dahlia Panjaitan SH, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan itu terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara menerima sejumlah uang (suap) pada penerimaan pegawai tidak tetap (PTT) di Diskes Pelalawan.
“Perbuatan terdakwa (Yulia Fitri) terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor,” ucap Hakim Ketua.
Majelis hakim sepakat dengan isi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya. Yakni, menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun terhadap Yulia Fitri.

‘’Terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp200 juta atau subsider 6 bulan kurungan,” terangnya.
Pihak keluarga dan kerabat yang melihat Yulia Fitri pingsan langsung menggotong Yulia. Mereka langsung membawanya ke luar ruangan sidang.

Sebelumnya, JPU Dyofa Yudhistira SH, menuntut Yulia selama empat tahun penjara denda sebesar Rp200 juta. Jika tidak dibayar dapat diganti (subsider) 6 bulan penjara

Diketahui, Yulia Fitri turut serta secara bersama sama dengan terdakwa Abdul Wahab, melakukan perbuatan melawan hukum merimaan sejumlah uang bagi calon pegawai tidak tetap (PTT) atau tenaga honor di Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Penerimaan uang yang melanggar ketentuan undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS tersebut, terjadi tahun 2015 lalu.

Awalnya, pada tahun 2014 Diskes Pelalawan melakukan penerimaan pegawai tenaga honor. Atas adanya penerimaan tersebut, merupakan kesempatan bagi terdakwa untuk mencari keuntungan.

Pada calon tenaga kerja telah menyetorkan sejumlah uang agar segera diloloskan sebagai tenaga honor tahun 2015. Namun hingga pengumuman hasil ujian penerimaan, nama-nama yang telah menyetor uang pelicin tak satupun yang keluar atau diterima. Sehingga para calon tenaga kerja ini merasa tertipu.

Perbuatan Yulia Fitri ini terendus adanya dugaan korupsi. Yulia Fitri tidak bekerja sendirian, tapi melibatkan oknum pejabat di Diskes Pelalawan yang mengarah ke perbuatan melawan hukum dengan menggunakan jabatan tertentu.

Terhadap Abdul Wahab yang merupakan mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kepegawaian di Diskes Pelalawan ini proses hukumnya dihentikan oleh majelis hakim. Pasalnya, Abdul Wahab mengalami sakit keras. Yakni kanker mulut yang membuatnya tidak bisa berbicara. Proses hukum bisa dibuka kembali jika telah dinyatakan sembuh. ***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar