Penculik Anak Buka Mulut

”Saya Cuma Mau Hartanya”

Kamis, 04 Oktober 2018 - 15:27 WIB | dibaca : 181 pembaca

TERJAWAB sudah teka-teki siapa identitas tulang belulang, dan seonggok daging manusia yang ditemukan warga di areal kebun sawit, di belakang rumah milik Merki bin Jamil Angkat, di Jalan Sidorukun ujung, Kelurahan Bandaraya, Payung Sekaki Senin (1/10) sore lalu.

Sisa tubuh yang ditemukan dan dikubur itu, ternyata seorang mayat salah satu siswa Madrasah Aliyah Al-Fajar. Korbannya diketahui bernama Rizky Aprianto, 20 tahun. Berdomisili di Jalan Rose ujung, Kelurahan Bandaraya, Payung Sekaki.

Merki yang ditemui menuturkan, peristiwa pembunuhan itu berawal, Senin (10/9) lalu. Saat itu, Rizky tiba-tiba lewat di Jalan Sidorukun. Korban berencana pulang ke rumahnya dari sekolah, karena tidak enak badan.

Korban mengendarai sepeda motor dengan pelan. Tiba di simpang jalan masuk ke rumah Merki, Rizky terpaksa menekan pedal rem, karena pemilik rumah menghambatnya di depan motornya.

‘’Pelaku mengajak korban ke gubuk nya. Korban yang turun langsung dipukul tepat di bagian kepala belakang korban dengan menggunakan kayu bloti,’’ terang Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto SIK didampingi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kombes Pol Hadi Poerwanto.

‘’Iya, saya memukul korban berkali-kali. Saya memastikan kalau dia sudah tewas,’’ kata Merki menjawab pertanyaan polisi di Mapolda Riau.

Tubuh Rizky yang roboh tergeletak, diseret ke belakang rumahnya. Merki menunggu hingga sore hari, sambil menutup tubuh korban dengan pelepah daun sawit. Tak lupa, Merki mengambil handphone androit korban.

Setelah memastikan korban tewas. Kemudian, Merki menyiram tubuh korban dengan minyak dan membakarnya. Namun, tidak semua tubuh korban hangus terbakar.

Lalu, Merki mengambil sekop untuk menggali tanah, menimbun sisa tulang belulang dan daging yang tidak terbakar. Tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya, Merki pun, memboyong istri dan tiga anaknya ke rumah kerabatnya di Tapung, Kabupaten Kampar.

Hp Rizky dijual Merki kepada keponakannya, dengan mahar Rp500 ribu. Motor korban dipreteli, untuk menjual mesinnya. ‘’Niat saya cuma mau kuasai hartanya,’’ kata Merki.

Namun, ibarat pepatah, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, akhirnya akan tercium juga. Begitu juga hal yang dilakukan Merki. Berjarak 21 hari, pengungkapan ini berawal dari bau busuk bangkai yang hinggap di hidung Pipin, dan warga sekitar RT 007/RW 002, Kelurahan Bandaraya, Payung Sekaki, Senin (1/10) sekitar pukul 15.30 WIB.

Karena penasaran, masyarakat mengecek sumber bau yang mengarah ke rumah Merki. Apalagi, beberapa hari belakangan pemilik rumah tidak terlihat. Kagetlah warga melihat ada potongan tulang belulang dan daging yang hangus terbakar di bagian belakang rumah.

Warga langsung menghubungi Kepolisian, Polsek Payung Sekaki. Kemudian datang ke TKP mengumpulkan data dari saksi dan alat bukti. Saat mengobservasi tempat kejadian perkara (TKP), tim identifikasi yang turun menemukan gundukan tanah yang mencurigakan.

Saat digali, isinya tulang belulang dan daging. Dibantu Satreskrim Polresta Pekanbaru, Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Dipimpin Kasubdit III Kompol Gunar Rahaianto.

Petugas lalu mencocokkan kronologis laporan warga yang kehilangan anak dilaporkan, Kamis (13/9) lalu di Polsek Payung Sekaki. ‘’Kita lacak hp korban, dan ternyata cocok. Orang yang menggunakan hp korban, hubungan ponakan dengan pelaku,’’ ungkap Hadi.  

Merki yang dapat dijemput tim Subdit III, di Tapung, Kampar tak dapat mengelak. Ia mengakui perbuatannya. Namun, berusaha kabur saat akan dibawa ke kantor Ditreskrimum Polda, Jalan Sudirman, Pekanbaru. ‘’Terpaksa kita tembak, dia melawan dan mencoba kabur saat mau diamankan,’’ ujar Hadi.

Menurut informasi dari beberapa warga sekitar. Berki dikenal kurang bergaul, dan temperamen. ‘’Dia orangnya pendiam, tidak pernah ikut acara kumpul sama warga,’’ kata pria 60 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya.

Berki sama seperti warga lainnya, yang baru menempati RT 007/ RW 002 itu sekitar tahun 2006 lalu. ‘’Kalau Berki dan keluarga baru sekitar 10 tahun tinggal disini,’’ tambahnya.

Berki dijerat pasal 365 KUHPidana, tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian. ***

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar