Kapal Hibah Kementerian Tak Terawat

Selasa, 09 April 2019 - 17:23 WIB   [31 Klik]

Kapal Hibah  Kementerian Tak Terawat

Kapal hibah dari kementerian tak terawat, tersandar di trestel, di bibir turap Pelabuhan Pelindo I Selatpanjang.

SELATPANJANG--Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tidak berfungsi sejak disalurkan oleh Kemenhub RI pertengahan 2018 lalu.

Semula, kapal tersebut diperuntukkan untuk membuka akses transportasi bagi warga yang terisolasi. Namun sejak diterima, kondisi Pelra Banawa Nusantara III sangat memprihatinkan, seperti terbuang dan tak terawat di Turap Pelindo I Selatpanjang.

Pantauan di lapangan, Senin (8/4) siang, pintu ruang kemudi dan dek penumpang terbuka lebar, gagang kunci rusak. Lantai dek digenai air. Hal itu disinyalir akibat rembesan air hujan yang masuk melalui celah jendela dan atap dek yang bocor. Selain itu, ruang mesin juga ikut digenangi air asin.

Kondisi tersebut dibenarkan Yanto (32), pemilik trestel tempat bersandar Banawa di bibir turap Pelabuhan Pelindo I Selatpanjang. Dia adalah orang yang diamanahkan dinas terkait untuk menjaga dan merawat kapal tersebut.

Secara lisan kapal itu dititipkan kepadanya sejak 10 bulan lalu. Sejak saat itu tidak seorangpun dari dinas terkait datang melakukan perawatan, terlebih memberikan upah jaga seperti yang telah dijanjikan.

“Upah jaga belum pernah saya terima. Melihat kondisi kapal ini saja tidak pernah, apalagi melakukan perawatan. Isi peralatan banyak yang hilang, pompa airnya juga hilang,” ujarnya.

Jika air penuh, ia mengaku kerap keteteran menguras air di perut Banawa. Jika tidak dikuras, kapal itu akan tenggelam. Untuk menguras air tersebut, Yanto mengaku terpaksa menyisihkan uang belanja rumahtangganya untuk menyewa mesin pompa air dan bahan bakar.

“Akibatnya saya sering ribut dengan istri karena uang belanja rumah terpakai. Kalau tidak dikuras akan tenggelam. Kalau tenggelam susah kapal lain mau bongkar pasir di sini,” ungkapnya.

Dia berharap dan meminta pihak dinas terkait agar menarik kembali kapal Banawa dari tempatnya itu. “Tolonglah bang, bilang sama orang dinas untuk menarik kapal ini kembali. Pindahkan ke tempat lain. Kalau itu tidak dilakukan, terhambat rezeki keluarga saya,” ungkapnya.

Mendengar kondisi kapal Banawa III, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Meranti Dr H Aready SE MSi dikonformasi melalui panggilan telepone genggam, sedikit kaget.

“Iya ya. Kalau seperti itu kebenarannya, nanti saya suruh anggota cek ke sana melihat kondisinya,” ungkapnya.

Namun, ia membantah jika selama ini anggotanya tidak mengawasi kondisi kapal. Dan ia menilai Yanto telah berbohong. “Tak mungkin saya bohong. Mungkin orang yang jaga itu yang berbohong,” ujarnya.

Parahnya lagi, Aready mengaku lupa peruntukan kapal tersebut seperti yang tertuang dalam amanat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut Kemenhib RI.

“Saya lupa isi MoU peruntukan kapal itu untuk apa. Tak mungkin kita sampaikan jika tidak sesuai dengan isi MoU,” ujarnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook