Indomatrik: Prabowo-Sandi Unggul 51,07 Persen, Rakyat Ingin Perubahan

Kamis, 11 April 2019 - 12:16 WIB   [33 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Indomatrik: Prabowo-Sandi  Unggul 51,07 Persen, Rakyat Ingin Perubahan


KORANMX.COM, JAKARTA - Indomatrik merilis hasil survei elektabilitas capres terbaru. Hasilnya, elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mencapai 51,07 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 43,92 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan namun akan berpartisipasi dalam Pilpres 2019 sekitar 5,01 persen.

Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik Syahruddin YS mengatakan, elektabilitas Prabowo-Sandi unggul disebabkan ada alasan keinginan perubahan, menginginkan presiden baru.

"Elektabilitas Prabowo naik itu beragam alasan masyarakat Indonesia. Antara lain menginginkan perubahan, menginginkan presiden baru, mampu memperbaiki ekonomi dan mampu membawa Indonesia lebih baik ke depan," kata Syahruddin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).

"Sementara figur Jokowi mampu memberikan bantuan materi terhadap rakyat,. Namun ada alasan tidak memilih Jokowi karena dinilai kinerja Jokowi tidak sesuai dengan janji kampanye 2014," sambungnya.

Survei dilakukan pada 24-31 Maret 2019, yang dilakukan secara proporsional di 34 provinsi, dengan jumlah responden sebanyak 2.100 berusia 17 tahun atau di atasnya dan telah menikah, serta tersebar di pedesaan maupun perkotaan.

Survei dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling dan margin error kurang lebih 2,4 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, langkah pasangan capres – cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno lebih mudah di Pilpres 2019, ketika kepuasan publik pada pasangan petahana tidak berdampak bagi elektabilitas pasangan nomor urut 01.

"Kebangkitan aspirasi umat luar biasa. Itu kekuatan dari lawan tanding. Bagaimana berjibakunya Prabowo dan Sandi. Berapa ribu titik sudah didatangi Sandi. Itu menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat," ujar Siti pada diskusi bertajuk 'Kampanye 02 Sering Diganggu: Tegakkan Fair Play!' yang digelar di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, di Jakarta, Rabu (10/4).

Wanita yang akrab disapa Mbak Wiwiek ini mengakui, sebagai petahana pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin memang memiliki otoritas, fasilitas dan networking. Hanya saja kondisi yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan pasangan capres nomor urut 01 menghadapi lawan tanding yang tidak main-main.

"Biar punya otoritas, fasilitas dan networking, tetapi kalau masyarakat melalui pemilih menginginkan adanya pemerintahan baru, tidak bisa dibendung. Ini risiko dari demokrasi parsipatoris," ucapnya. ***


JPNN



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook