Gubernur Riau Siap Bangun Wisata Halal

Kamis, 11 April 2019 - 15:56 WIB   [39 Klik]

Gubernur Riau Siap Bangun Wisata Halal

Gubernur Riau Syamsuar menandatangani MoU wisata halal dengan Kemenpar RI di Jakarta, Selasa (9/4).

PASCA mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata, Gubernur Riau Syamsuar merancanakan gebrakan di bidang pariwisata. Ia menyatakan akan segera melakukan pembangunan terhadap tempat-tempat wisata yang akan disiapkan menyambut ketersediaan wisata halal di Provinsi Riau.

Pembangunan yang perlu disiapkan adalah infrastruktur jalan menuju ke lokasi.

‘’Tentunya untuk mempermudah para wisatawan datang ke destinasi wisata. Akses ke sana perlu disiapkan terlebih dahulu,’’ ungkap mantan Bupati Siak dua periode ini.

Selain itu, untuk mempermudah para wisatawan datang ke Riau, juga akan dilakukan percepatan penyediaan Roro yang menghubungkan Indonesia dan Malaka. Tahun ini direncanakan selesai.

Juga terkait pembangunan restoran, hotel, PHRI dan ketersediaan transportasi travel, juga sangat mendukung kepuasan para wisatawan yang datang.

‘’Kemarin saya dipesan Pak Menteri, dan dia berharap pariwisata Riau semakin maju,’’ ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, menteri pariwisata berencana akan datang untuk melakukan pengecekan di tiga titik, Dumai, Rupat dan Bagan Siapiapi.

Atas dorongan menteri tersebut, Pemprov menargetkan tahun 2019 ini pariwisata di Riau sudah eksis.

Tekad kuat mendorong segala lini di pariwisata Riau ini, juga atas pertimbangan bahwa saat ini pendapatan devisa dari sektor pariwisata menempati peringatan kedua setelah migas.

‘’Kita melihat faktor pariwisata sangat mendukung mengangkat perekonomian masyarakat. Makanya target menuju destinasi wisata ini harus dapat dimaksimalkan tahun 2019 ini,’’ kata Syamsuar.

Untuk penerapan wisata halal ini, nantinya tempat-tempat wisata akan disesuaikan dengan aturan Majelis Ulama Indonesia. Seperti, pemisahan wisatawan perempuan dan laki-laki.

‘’Nantinya di lokasi wisata itu juga akan menyesuaikan syariah, yakni disediakan tempat wudhu dan pemisahan wisatawan laki-laki dan perempuan. Kemudian tentunya makanan yang halal,’’ singkatnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook