Korupsi Pipa Transmisi Tembilahan

Ditreskrimsus Bantah Pernyataan Ahli Soal 2 Miliar

Kamis, 11 April 2019 - 16:38 WIB   [283 Klik]

 Ditreskrimsus Bantah Pernyataan Ahli Soal 2 Miliar


PEKANBARU—Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Pangucap Priyo membantah pernyataan ahli dari BPKP yang mengatakan soal tak terungkapnya uang Rp2 miliar karena penyidik tidak dapat menghadirkan Haris Anggara, sang Dirut CKBN untuk diklarifikasi BPKP.

Mengenai pernyataan ahli BPKP tersebut, menurut Pangucap, pihaknya telah bekerja sesuai aturan dan prosedur. Termasuk dalam hal menghargai mekanisme audit kerugian negara dari kasus yang menjadi kewenangan BPKP. ‘’Mekanisme audit merupakan kewenangan BPKP,’’ ujarnya.    

Menanggapi pihaknya sebagai penyidik tidak bisa menghadirkan Dirut PT CKBN Haris Anggara untuk diklarifikasi dengan ahli BPKP, Pangucap membantah.

Ia mengatakan tidak adanya klarifikasi itu dikarenakan BPKP sendiri sudah menyatakan cukup dengan kelengkapan dokumen dari penyedik serta klarifikasi yang telah dilakukan.    

‘’Tentang klarifikasi dengan Haris Anggara adalah sampai batas waktu audit Haris Anggara tidak dapat diklarifikasi oleh pihak BPKP. Dan BPKP berpendapat bahwa berdasarkan dokumen dari penyidik dan klarifikasi yang telah dilaksanakan oleh BPKP sudah cukup,’’ terangnya menanggapi.    

Untuk diketahui di dalam persidangan kasus korupsi pipa transmisi yang berlangsung di PN Pekanbaru pada, Selasa (9/4) kemarin, ahli BPKP Zulheri yang dihadirkan dalam keterangannya kepada majelis hakim turut menyinggung mengenai adanya uang sebanyak Rp2 miliar lebih mengalir ke Dirut PT CKBN.    

Namun kemana mengalirnya dana tersebut, kepada hakim ahli BPKP ini mengatakan pihaknya tidak tahu. Menurutnya BPKP tidak pernah melakukan klarifikasi terhadap Dirut CKBN tersebut dikarenakan penyidik Polda Riau tidak bisa menghadirkan Harris Anggara untuk dilakukan wawancara oleh BPKP. =mg2



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook