Mantan Penyelia Administrasi Kredit BNI Ajukan PK

Jumat, 12 April 2019 - 15:10 WIB   [45 Klik]

Mantan Penyelia Administrasi Kredit BNI Ajukan PK


PEKANBARU—Armaini Sevanti mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Sebelumnya, mantan Penyelia Administrasi Kredit di BNI (Persero) Tbk Sentra Kredit Kecil (SKC) Pekanbaru itu divonis tujuh tahun di Kasasi Makamah Agung (MA).

Diketahui, Armaini terjerat perkara korupsi kredit fiktif di BNI 46 Pekanbaru yang merugikan keuangan negara sebesar Rp37 miliar. Selain vonis tujuh tahun, dia juga kena denda Rp200 juta atau subsider 6 bulan.

“Benar, yang bersangkutan mengajukan PK atas vonis kasasi MA itu,” ucap Panitera Muda Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru Rosdiana Sitorus SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Jumat (12/4).

Kasasi itu diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau atas vonis di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru. Yang mana, dalam vonis di pengadilan tingkat pertama itu, Armaini Sevanti divonis bebas.

Dilanjutkan Rosdiana, Armaini Sevanti yang sudah berstatus terpidana itu, mengajukan PK karena pihaknya memiliki novum (alat bukti baru), yang belum pernah dihadirkan dalam persidangan. “PK diajukan karena terpidana memiliki novum,” lanjutnya.

Terkait dengan PK itu, saat ini pihaknya tengah menyusun majelis hakim. “Majelis hakim belum ditunjuk. Berkas sudah di Ketua Pengadilan (Bambang Myanto SH MH) untuk menunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan perkara ini,” tambahnya.

Armaini didakwa turut serta memuluskan atau menyetujui pemberian kredit Rp40 miliar kepada Direktur PT Riau Barito Jaya (BRJ) Esron Napitupulu pada tahun 2007.

Dia bersama mantan Kepala Kantor Wilayah Regional Sumatera Barat PT Bank Negara Indonesia 46 tahun 2007 Achmad Fauzi dan mantan petinggi BNI Mulyawarman Muis.

Semasa Ahmad Fauzi menjabat sebagai pemimpin di Kantor Wilayah 02 Padang, BNI menyetujui pencairan dana kepada PT BRJ sebesar Rp17 miliar.

Pengucuran dana oleh Ahmad Fauzi ini mengakibatkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp14.445.000.000. Tak sampai di situ, pada tahun 2008, semasa pimpinan Kantor Wilayah 02 Padang dijabat terdakwa Mulyawarman Muis, yang kemudian menimbulkan kerugian negara lagi sebesar Rp22.650.000.000. Total kerugian negara mencapai Rp37 miliar lebih.

Bahkan Atok Yudianto selaku Pemimpin PT BNI 46 Sentra Kredit Kecil (SKC) Cabang Pekanbaru Albert Benny Caruso Manurung selaku Penyelia Relationship Officer (RO) di BNI 46, serta Dedi Syahputra selaku Pengelola Unit Pemasaran, turut serta secara bersama-sama menyetujui, memuluskan pencairan dana pinjaman kepada pihak PT BRJ. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook