KemenPAN-RB Sebut UAS Langgar Netralitas ASN, Pengamat: Tidak Ketemu

Sabtu, 13 April 2019 - 07:14 WIB   [188 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

KemenPAN-RB Sebut UAS Langgar Netralitas ASN, Pengamat: Tidak Ketemu


KORANMX.COM, JAKARTA - Viralnya video percakapan Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan Capres 02 Prabowo Subianto direspon pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Menurut Bambang Dayanto Sumarsono, asisten deputi Pembinaan Integritas dan Penegakan Disiplin SDM KemenPAN-RB, apa yang dilakukan UAS melanggar aturan netralitas PNS. Di samping bertentangan dengan PP 42 Tahun 2004 tentang Kode Etik PNS, yang sampai sekarang belum dicabut.

"Itu sudah jelas melanggar aturan. Apalagi videonya sudah viral dan ditonton jutaan orang," kata Bambang kepada JPNN, Jumat (12/4/2019).

Dia menjelaskan, terlepas profesi UAS yang juga ulama, tetapi harus menjaga dirinya karena status PNS masih melekat. Berbeda bila UAS bukan PNS.

Sebagai PNS, lanjutnya, UAS harusnya menahan diri. Walaupun mendukung salah satu capres, tetapi sebaiknya jangan diutarakan apalagi sampai dipublikasikan.

"Kalau lihat videonya memang kapasitasnya sebagai ulama. Namun, kan perbicangan dengan capresnnya diunggah dan ditonton banyak orang. Nah di sini kena delik pelanggaran netralitas," ucapnya.

Untuk mengetahui apakah yang dilakukan UAS ada unsur kesengajaan atau tidak, Bambang mendesak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk memanggil sang ulama. UAS perlu dimintai klarifikasinya. Bila terbukti bersalah ada sanksi yang akan diberlakukan.

"Sanksi paling ringan berupa teguran dan diumumkan ke publik kalau melanggar. Sanksi sedang ditunda kenaikan pangkat atau diturunkan. Sanksi beratnya diberhentikan dengan tidak ada," bebernya.


Tidak Langgar

Namun pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) DR Aidil Haris berpendapat bahwa UAS tak melanggar

Menurut Aidil Haris, UAS didalam percakapannya dengan capres nomor urut 02 Prabowo tersebut menggunakan komunikasi simbolik yang penuh makna, yang mana video tersebut tidak ada sedikitpun kalimat UAS mendukung dan mengajak masyarakat untuk memilih pasangan 02.

"Bahasa yang ia kemukakan itu adalah bahasa simbolik. Bahasa yang penuh dengan makna, makanya ia juga menjaga diri. Proses interaksi yang ia kemukakan adalah interaksi simbolik yang penuh makna, yang tak bisa Bawaslu mencederai dia," kata Aidil Haris kepada cakaplah.com.

Aidil menjelaskan, hal tersebut menunjukkan betapa bijaksananya seorang UAS, dengan tidak 'semena-mena' mengatakan dukungan.

"Kalau dicari-cari kesalahannya dia menunjukkan keberpihakan gak akan ketemu, kan gak ada dia mengatakan dia mendukung Prabowo, kan ini yang ingin dikejar orang-orang. Ia hanya mengatakan simbol saja, sehingga ia tak akan terjebak dalam pelanggaran dia sebagai ASN," cakapnya.

"Akan sangat sulit dicari celah salahnya, liat aja dalam berapa lama itu durasi videonya, tidak ada sedikitpun ia mengatakan mendukung. Situasi pun terlihat lebih banyak diam kan bukan situasi riuh, saling ingat mengingatkan lah istilahnya," tukas Aidil.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook