Masa Tenang, Warganet Masih Boleh Posting Dukungan Politik

Sabtu, 13 April 2019 - 22:33 WIB   [795 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Masa Tenang, Warganet Masih Boleh Posting Dukungan Politik

Ketua Bawaslu Abhan memberi keterangan kepada wartawan seusai menemui pimpinan KPK di Jakarta, Kamis (11/4/2019). [Foto:tribunnews]

KORANMX.COM, JAKARTA -
Masyarakat pemilik akun media sosial selama masa tenang Pemilu 2019 tidak dilarang memosting dukungan politik lewat akun media sosial masing-masing.

Seperti diketahui pelaksanaan masa tenang Pemilu 2019 akan berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak tanggal 14 April hingga 16 April 2019.

Anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Rahmat Bagja menyatakan masyarakat diperbolehkan menunjukkan dukungannya kepada kandidat Pilpres 2019 di sepanjang masa tenang.

Ia menyatakan, Bawaslu tak bisa melarang masyarakat memperbincangkan kandidat di media sosial selama masa tenang sebab hal itu merupakan hak yang dijamin UUD 1945.

Ia menambahkan yang dilarang menunjukkan dukungan di masa tenang ialah tim sukses, tim pelaksana kampanye, dan kandidat.

"Percakapan misalnya, itu tidak bisa kami larang sama sekali. Karena itu merupakan dari amanat Undang-undang Dasar (UUD), kebebasan untuk berbicara, berpendapat, dijamin oleh UUD dan diatur dengan undang-undang," kata Bagja kepada awak media di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini.

Selain itu, Bagja menyatakan, Bawaslu kesulitan untuk menindak akun perorangan di media sosial saat masa tenang. Sebab, mereka memiliki hak untuk berekspresi serta belum tentu memiliki keterhubungan dengan tim sukses kedua pasangan capres dan cawapres.

Hanya, Bawaslu akan mengupayakan proses verifikasi apakah akun perorangan di media sosial itu memiliki keterkaitan dengan tim sukses melalui konsistensi unggahan dan jejak digital lainnya atau murni milik individu.

Namun, Bawaslu akan menindak akun perorangan yang menayangkan iklan kampanye berbayar di masa tenang. Karena itu, sepanjang dukungan yang disampaikan di media sosial bukan merupakan iklan berbayar, Bawaslu tak mempermasalahkan.

"Pasti. Tentu kami akan verifikasi. Kami punya sistemnya dan teman-teman Kominfo juga punya sistemnya," lanjut Bagja.

Untuk peserta pemilu, Ketua Bawaslu RI Abhan menerangkan bila peserta pemilu dalam pemberitaan di media massa maupun postingannya di media sosial mendorong masyarakat untuk menuangkan hak suaranya pada 17 April tanpa dibubuhi kampanye, maka hal itu diperbolehkan.

"Boleh, mendorong orang dan mengingatkan tanggal 17 April adalah hari pemungutan," kata Abhan.

Sementara itu, menurut Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Samuel Pangerapan, regulasi terkait buzzer pada masa tenang pemilu di media sosial belum bisa diputuskan.

Menurut pria yang akrab disapa Sammy ini, membedakan buzzer dengan iklan politik lain memang perlu pertimbangan khusus.

Kominfo beserta lembaga terkait harus berhati-hati agar tidak dianggap membatasi demokrasi masyarakat dalam berpendapat.

"Membedakan buzzer dengan itu harus hati-hati. Kami tidak mau disebut membatasi ruang demokrasi masyarakat untuk berpartisipasi," kata Sammy saat ditemui awak media di kantor Kementerian Kominfo belum lama ini.

"Makanya kami hati-hati dan perlu waktu lagi untuk bertemu dengan KPU. Yang kami tadi bahas adalah membatasi semua platformuntuk beriklan," lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa sifat kepemilikan akun buzzer adalah akun milik masyarakat, bukan milik partai.

Di lain pihak Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, untuk ranah media massa, pelarangan itu ialah tidak boleh menayangkan iklan atau berita yang berisi citra diri paslon, visi-misi para peserta Pemilu dan ajakan yang mempengaruhi pilihan masyarakat.

Peraturan itu juga berlaku untuk ranah media sosial.

Regulasi di media sosial, segala postingan baru yang berbau kampanye oleh peserta pemilu dilarang dimuat. Sedangkan untuk postingan lama, tidak boleh untuk di share alias dibagikan kembali ke publik.

Peraturan ini berlaku untuk berbagai platform seperti Google, Twitter, Facebook, Line, Bigo, dan Youtube. (Kompas/tribunews)



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook