Geliat Pembangunan Kelistrikan

Kepulauan Meranti Makin Terang

Minggu, 14 April 2019 - 15:39 WIB   [15 Klik]

Kepulauan Meranti Makin Terang

Bupati Meranti Drs Irwan MSi dan rombongan berbincang-bincang dengan petugas PLTD di Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

KESERIUSAN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dalam menggesa percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan begitu terlihat.

Dengan porsi 60 persen dari total APBD yang diperuntukkan bagi program belanja publik, realisasi penggunaan anggaran diarahkan pada upaya pembenahan pembangunan infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, sekolah dan listrik pedesaan.

Ketiga aspek ini memang menjadi prioritas Pemkab Kepulauan Meranti selama dua periode kepemimpinan Drs Irwan MSi, bersama para wakilnya Drs H Masrul Kasmy MSi (periode I) dan Drs H Said Hasyim MSi (periode II).

Kebijakan tersebut tentunya seiring dengan aktivitas ekonomi yang terus tumbuh dan APBD yang terus meningkat.

Makanya tak heran jika Pemkab Meranti langsung tancap gas dengan mempercepat upaya menyejahterakan masyarakat. Di antaranya dengan Program Meranti Sehat dan Program Meranti Terang.

Khusus Program Meranti Terang, dilakukan pemasangan genset di setiap desa dan kelurahan. Setiap tahunnya, belasan miliar rupiah dihabiskan untuk pembangunan listrik pedesaan melalui Program Meranti Terang.

Tidak tanggung-tanggung, dalam tiga tahun pertama saja, Pemkab Kepulauan Meranti telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp46.470.675.000 guna merealisasikan program listrik bagi masyarakat pedesaan.

Jumlah tersebut dapat dilihat dari tahun 2011, dimana alokasi dana yang dikucurkan adalah sebesar Rp18.960.500.000, dan tahun 2012 kembali dianggarkan sebesar Rp15.457.675.000.

Sementara tahun 2013 alokasi anggaran yang dikucurkan sebesar Rp11.852.500.000. Begitu juga pada tahun 2014, Pemkab Meranti telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp45.783.703.000.

Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi mengatakan, ketersediaan listrik bagi masyarakat menjadi salah satu prioritas program pembangunan infrastruktur dasar di Meranti.

Digesanya program listrik di pedesaan sebagai upaya untuk memberikan spirit agar masyarakat di daerah ini hidup lebih produktif. Langkah pemasangan genset terpaksa dilakukan, karena bagi PLN sangat tidak ekonomis untuk berinvestasi di desa-desa yang memang letaknya terisolir.

Apalagi dengan kondisi desa-desa yang belum terdapat jaringan PLN, jelas sangat tidak mungkin berharap pada listrik negara. Tambah lagi kondisi mesin PLN yang sangat terbatas.     

“Kalau menunggu PLN masuk ke desa-desa tepencil, entah sampai kapan harus menunggu. Untuk itu, kita berupaya mengirimkan mesin-mesin genset untuk menyediakan listrik bagi masyarakat di berbagai pelosok pedesaan terpencil.

Alhamdulillah, dalam kurun waktu tiga tahun saja sudah lebih dari 27 desa yang menikmati listrik melalui program listrik pedesaan yang dianggarkan Pemkab Meranti melalui APBD di setiap tahun anggaran,” kata Irwan.

Alasan dan kebijakan Pemkab Meranti meluncurkan program listrik pedesaan sangatlah tepat. Sekitar 75 persen dari 101 desa dan kelurahan di Meranti waktu itu, belum menikmati listrik.

Melihat kondisi itulah, pemerintah daerah berupaya untuk terus mengalokasikan anggaran penyediaan listrik pedesaan melalui Program Meranti Terang.

Tentunya dengan harapan agar tahun berikutnya (2015), program ini tuntas. Seluruh desa dan kelurahan pun menjadi terang benderang saat malam tiba.

Sayangnya, upaya tersebut kandas oleh kewenangan. Tahun berikutnya, pemerintah daerah tidak dibenarkan lagi ikut campur mengenai listrik. Undang-Undang No 23 tahun 2014 telah menyatakan bahwa wewenangan listrik desa berada sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi Riau.

Meski tersandung oleh kewenangan, namun upaya Pemkab Meranti tidak terhenti sampai di situ. Kerja sama terus dilakukan.

Pemkab Meranti juga terus mendorong pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memperluas jaringannya hingga ke pelosok desa.

Langkah tersebut untuk mempercepat kehadiran jalur transmini milik PT PLN di seluruh desa yang dapat terintegrasi dengan program listrik desa.

Dampak dari kerja keras itulah, kini elektrifikasi Kabupaten Kepulauan Meranti meningkat tajam. Sebagian besar desa di Kepulauan Meranti sudah bisa menikmati cahaya ketika terbenamnya sang fajar.

Berdasarkan data, saat ini rasio elektrifikasi Kepulauan Meranti sudah mencapai 80,86 persen. Persentase tersebut dinilai meningkat tajam jika dibandingkan dari tahun 2017 yang hanya 77 persen saja. Dan, angka itu terus berjalan seiring dengan terpenuhinya jangkauan transmisi anergi listrik ke puluhan desa.

“Naik dari tahun lalu. Sekarang rasio elektrifikasi kita telah mencapai angka 80,86 persen. Kami juga terus berupaya meningkatkannya dengan mencari cara menambah transmisi di desa dan permukiman yang belum merasakan listrik,” ungkap Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Setdakab Meranti Afifuddin, Senin (25/3) pagi.

Walaupun prestase elektrifikasi Kepulauan Meranti belum mampu menyetarai Kota Pekanbaru, Kampar, Dumai, dan Bengkalis yang rasio elekteifikasinya telah mencapai 100 persen, namun ia mengaku bangga.

Sebagai kabupaten yang baru saja mekar, kini Kabupaten Kepulauan Meranti sudah bisa melampaui berapa kabupaten lain dengan persentase elektrifikasi terendah tidak lebih 60.88.  

Manager PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang Jannatul Firdaus membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kenaikan rasio elektrifikasi itu terjadi oleh rampungnya jalur transimisi energi listrik di Selat Akar, Darul Takzim, Mengkikip dan Tanjung Samak. “Saat ini mereka sudah bisa menikmati listrik dengan 24 jam nyala,” ungkapnya.

Dia juga mengakui, masih terdapat beberapa desa yang sudah ada jaringan listrik, namun belum tersambung ke rumah-rumah. Hal itu dinilainya sangat mempengaruhi persentase rasio elektrifikasi di Meranti secara keseluruhan.

Menurut Jannatul Firdaus, saat ini ada sekitar 30 desa yang belum menikmati listrik selama 24 jam. Dengan adanya listrik desa, RE 100 persen diharapkannya bisa tercapai secepatnya.

Keseriusan Pemkab Kepulauan Meranti dalam mendukung elektrifikasi daerah juga ditanggapi positif oleh PLN. Pada tahun 2020 mendatang, PLN akan membangun jaringan transmisi interkoneksi bawah laut. Menurut Jannatul Firdaus, proyek elektrifikasi tersebut akan tuntas pada 2020 mendatang.

“Fix landing poin-nya mulai dikerjakan 2019 ini. Namun, rampungnya bisa jadi satu tahun mendatang,” ujar Firdaus.

Jaringan bawah laut ini direncanakan akan menghubungkan Pulau Sumatera melalui Tanjung Buton, Kabupaten Siak menuju Mengkikip Kepulauan Meranti.

Persiapan pembangunan jaringan telah dilakukan sejak awal tahun 2018 lalu. Menurutnya, posisi gardu induk (GI) berada di Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Meranti.

Terhubungnya Kepulauan Meranti dengan jaringan listrik Sumatera sebagai upaya mengatisipasi terjadinya krisis listrik. Dengan cara itu, kebutuhan listrik di Kepuluan Meranti bisa terpenuhi sampai ke pelosok desa.

Camat Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rayan Pribadi mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dan PT PLN (persero) Rayon Selatpanjang yang telah memberikan kesempatan kepada warga Tanjung Samak untuk dapat menikmati fasilitas listrik 24 jam nyala.

Sebab, sebelum warganya hanya menikmati listrik dari pukul 18.00 WIB hingga 7.00 WIB saja. Sementara siangnya, jika ingin merasakan listrik, warga harus menggunakan genset.

“Saya atas nama Pemerintah Kecamatan Rangsang mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak PLN, karena telah menyetujui atau memenuhi permintaan warga,” ucap Rayan.

Selalu Ada Celah                                                                                                                                                                                                                                                            Walaupun kewenangan telah berubah. Dan, UU 23 tahun 2014 juga menyatakan, bahwa wewenangan listrik desa berada sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi Riau.

Namun, selalu saja ada celah lain bagi Pemkab Meranti untuk mewujudkan Meranti terang. Selain bekerja sama dengan PLN, Pemkab Meranti juga selalu jemput bola dalam mendapatkan anggaran.

“Ia kita tetap meminta peran besar pemerintah provinsi dalam menggesa pembangunan transmisi jaringan listrik yang terintegrasi di desa. Kita juga tidak tinggal diam dan terus mencari celah lain ke berbagai lini,” kata Yulian.

Terhadap konsistensi Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti dalam peningkatan RE, pejabat yang akrab disapa Icut itu memaparkan bahwa kontribusi yang dilakukan Pemkab sudah berjalan sejak Meranti dimekarkan menjadi sebuah kabupaten.

Selain LTSHE, Program Listrik Desa (Lisdes) melalui penyediaan mesin genset, hingga beroperasinya PLTMG Bagan Melibur merupakan terobosan

Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti dengan memanfaatkan energi alternatif bagi penyediaan listrik murah untuk rakyat.

“Pengoperasian PLTMG tidak saja meningkatkan dan memperluas jaringan PLN, tetapi menunjukkan sinergis kerjasama antara Pemda dengan PLN,” ujarnya.

Upaya Pemkab Kepulauan Meranti memperjuangkan hak masyarakatnya untuk menikmati listrik diapresiasi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan. Menurut dia, capaian yang didapat

Pemkab Kepulauan Meranti terkait elektrifikasi tak lepas dari hubungan yang harmonis dari berbagai pihak. Di saat jaringan PLN belum sanggup menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, di sana Pemkab Kepulauan Meranti hadir.

“DPRD sangat mengapresiasi Pemkab Kepulauan Meranti dalam menerobos keterbatasan. Meskipun saat itu APBD Pemkab Kepulauan Meranti tergolong kecil, Pemkab tak ragu membantu PLN agar bisa menjangkau pelosok desa dengan membangun jaringan listrik. Keseriusan Pemkab Meranti ini menjadi perhatian pemerintah pusat dengan mendorong PLN memperluas jaringannya,” ujar Fauzi.

Saat ini DPRD juga terus berupaya berkordinasi dengan pemangku kebijakan dalam peningkatan rasio elektrifikasi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dia berharap peran masyarakat untuk bekerjasama dalam menyukseskan program yang sedang digagas Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PT PLN. =adv



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook