Kejari Siak Alihkan Penahanan Direktur PT DSI

Senin, 15 April 2019 - 16:40 WIB   [77 Klik]

Kejari Siak Alihkan Penahanan Direktur PT DSI

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Siak Zikrullah SH

SIAK--Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak membenarkan, pihaknya telah mengalihkan status tahanan tersangka pemalsuan SK Menteri Kehutanan (Menhut), Direktur PT Duta Swakarya Indah (DSI) Suratno Konadi. Adapun pengalihan status itu, yakni dari tahanan Rutan di Siak, menjadi tahanan kota.

Terkait hal ini, dibenarkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Siak Zikrullah SH saat dikonfirmasi.

“Ya, kemarin dikeluarkan dari Rutan Siak, dikarenakan dari pihak keluarga mengajukan permohonan pengalihan tahanan dan menjamin bahwa Suratno Konadi kooperatif,” ucapnya.

Lebih lanjut diterangkannya, awalnya pihaknya beranggapan tersangka Suratno tidak kooperatif dalam proses penyidikan. Namun, anggapan itu berubah setelah pihaknya bertemu dengan keluarga tersangka Suratno.

“Awalnya kami berpendapat tersangka ini (Suratno Konadi) tidak kooperatif sehingga kami tahan. Akan tetapi setelah ditahan ada keluarga yang menjamin bahwa Suratno akan kooperatif, dan tentunya alasan-alasan di dalam pengajuan penahanan kami nilai cukup yakin,” terangnya.

Diketahui, tersangka Suratno berdomisili di Jakarta, bukan di Kabupaten Siak. Terkait hal ini, Zikrullah tidak menjelaskan tahanan kota mana yang dimaksud.

Padahal, Kejari Siak tidak mempunyai yuridiksi untuk mengawasi seorang tersangka di luar Kabupaten Siak. “Tahanan kota tempat dia berdomisili,” singkatnya.

Untuk diketahui, Suratno menjadi tersangka bersama mantan Kepala Dishitbun Kabupaten Siak Teten Effendi.

Pada saat menjalani proses tahap II di Kejari Siak, Selasa (9/4) lalu, tersangka Suratno langsung dibawa ke Rutan Siak oleh petugas Kejari Siak. Sedangkan tersangka Teten, langsung berstatus tahanan kota.

Dialihkannya status penahanan tersangka Suratno, juga dibenarkan oleh Kepala Rutan Siak Gatot Suariyoko. Yang mana, tersangka Suratno keluar dari Rutan pada hari Jumat (11/4) sore.

“Jadi Suratno ini kan tahanan titipan Kejari Siak, maka Kejari yang berwewenang. Saat Kejari mengeluarkan tahanannya, kita tentu tidak punya wewenang kecuali bagi tahanan yang sudah divonis pengadilan,” kata Gatot.

Gatot menerangkan, Suratno Konadi itu baru mendekam di ruangan Mapenaling Rutan Siak selama 3 hari. Pada hari ketiga pihak Kejari sudah mengeluarkannya untuk pengalihan status penahanan menjadi tahanan kota.

“Kami tidak berwewenang lebih jauh, karena tahanan itu tahanan Kejari,” terang Gatot.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Suratno dan Teten diduga telah melakukan tindak pidana membuat surat palsu, berupa keputusan Menteri Kehutanan (Menhut) nomor 17/kpts-II/1998 tanggal 6 Januari 1998 yang sudah tidak berlaku lagi.

Surat yang diduga palsu itu, terkait permohonan izin lokasi dan izin usaha perkebunan PT DSI ke Pemkab Siak untuk lahan seluas lebih kurang 8.000 hektar, di atas lahan milik pelapor atas nama Jimmy seluas 82 hektar yang terletak di Desa Dayun, Kabupaten Siak. Hal tersebut terjadi sekitar bulan Agustus 2015, sesuai dengan laporan Jimmy.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook