Pemko Pekanbaru Akan Rumuskan Regulasi Wisata Halal

Jumat, 19 April 2019 - 11:04 WIB   [76 Klik]
Reporter : Ridho Fernandes
Redaktur : Oce E Satria

Pemko Pekanbaru Akan Rumuskan Regulasi Wisata Halal

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru bidang Perekonomian dan Pembangunan, El Sabrina.

KORANMX.COM, PEKANBARU—Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan tahun 2019 ini akan menerapkan regulasi yang mengatur tentang pariwisata halal di Kota Pekanbaru. Regulasi itu mencakup untuk perhotelan maupun tempat hiburan lainnya.

Menurut Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru bidang Perekonomian dan Pembangunan, El Sabrina, regulasi ini nantinya akan mendukung Kota Pekanbaru sebagai destinasi pariwisata halal yang akan menjadi kontributor utama dalam penyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

“Karena saat ini tren pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata terus meningkat,” ungkap  El Sabrina kepada koranmx.com, usai menggelar rapat tindak lanjut pariwisata halal di ruang rapat kantor Wali Kota Pekanbaru Kamis (18/4).

El menyebutkan, bahwa di dalam rapat dibahas sejumlah regulasi terkait pariwisata halal di Kota Pekanbaru. Pemko akan menyamakan persespi dan pola pikir dalam menetapkan juga prosedur tetapnya. Dan sistem pengurusan perizinannya sendiri seperti apa juga harus ditentukan terlebih dahulu dan semua harus diatur dengar sedemikian rupa.

“Dalam mengatur itu semua, kalau kita membuat peraturan daerah  itu akan memakan waktu cukup lama, jadi kita putuskan, akan lakukan percepatan dengan membuat peraturan Wali Kota (Perwako) dulu,” sebutnya.

Ia mencontohkan apa yang dilakukan pemerintah provinsi yang telah dulu membuat Peraturan Gubernur (Pergub) seiring berjalan pembuatan perdanya nanti.

El menambahkan, pihak Pemko tentunya akan melakukan upaya sosialisasi terlebih dahulu. Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata untuk menentukan kapan akan dilakukan sosialisasi.

“Wisata halal ini kan identik dengan syariat Islam. Misalnya dalam bentuk konsumsi makanan, itu memang harus jauh dari najis. Seperti hotel yang menyediakan minuman beralkohol, itu boleh-boleh saja, tidak masalah, tetapi kan di hotel itu disediakan tempat-tempat tertentu dalam aturannya, seperti orang merokok, ada kawasan merokok, dan ada kawasan memang dilarang merokok, jadi seperti itu kira-kira,” paparnya.

Kendati demikian El Sabrina menegaskan bahwa program pariwisata hala ini jangan sampai membuat asumsi ke pelaku usaha bahwa ini menyulitkan mereka.

“Untuk itu kita buat dulu indikator-indikator pariwisata halal itu seperti apa. Di bidang hotel ini misalnya, hotel itu dikatakan syariah yang seperti apa harus memenuhi unsur yang seperti apa, nanti akan kita buatkan regulasinya,” pungkas El Sabrina. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook