Kades Keluarkan Rekomendasi Galian C Terancam Penjara

Jumat, 19 April 2019 - 16:10 WIB   [81 Klik]

Kades Keluarkan Rekomendasi  Galian C Terancam Penjara

SALAH satu galian C yang diduga ilegal di Kampar.

BANGKINANG—Kepala desa (Kades) yang mengeluarkan rekomendasi izin usaha galian C bisa terancam penjara. Hal itu disebutkan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar Ahmad Zaki, di Bangkinang, Kamis (18/4).

‘’Kepala desa yang sudah mengeluarkan rekom izin itu sudah termasuk bersekongkol dengan pengusaha. Sekarang mereka bekerja tanpa ada izin,’’ aku Zaki.

Menurut Zaki, melakukan usaha tanpa mengantongi izin sudah termasuk pelanggaran pertambangan sesuai dalam Undang-Undang Republik Indonesia no 4 tahun 2009, pasal 158 tentang Minerba.

‘’Ancaman hukumannya sangat berat, untuk itu kita akan memanggil para kepala desa yang mengeluarkan rekom, untuk mengklarifikasinya,’’ ujar Zaki.

‘’Harapan kita apapun yang dikeluarkan rekomendasi terhadap lingkungan hidup silakan ikuti aturan jika tidak diikuti kami akan menindak dengan tim yustisi,’’ tutup Zaki.

7 Akuari Tidak Kantongi Izin                                                                                                                                                                                                                                                Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar Ahmad Zaki menyebutkan ada 7 akuari yang tidak mengantongi izin beroperasi di dua kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu.

‘’Ada tujuh akuari yang beroperasi di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu beroperasi tapi tidak ada izin,’’ sebut Ahmad Zaki di ruang kerjanya.

Selain itu, Zaki juga menyebutkan ada beberapa usaha galian c yang mengantongi izin tetapi izin sudah mati, dan ada juga izin yang tidak sesuai dengan koordinat.

Yang mana akuari itu berada di empat titik di Kecamatan XIII Koto Kampar, yakni Desa Kototuo, Kototuo Barat, Muara Takus, Gunung Bungsu dan tiga unit akuari berada di Koto Kampar Hulu, yakni Desa Tanjung, Desa Sibiruang, dan Desa Bandarpicak.

‘’Kita berharap para pengusaha galian c bisa mematuhi aturan dan dapat mengurus izin usaha agar daerah mendapat keuntungan PAD bagi daerah,’’ harapnya. =MX18

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook