Dakwaan Oknum Dosen Unri Belum Rampung

Jumat, 19 April 2019 - 16:14 WIB   [31 Klik]

Dakwaan Oknum Dosen Unri Belum Rampung


PEKANBARU—Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru masih menyusun dakwaan dua tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) Universitas Riau (Unri).

“Isi dakwaan belum rampung. Masih disusun oleh tim JPU,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru Yuriza Antoni SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Jumat (19/4).

Meskipun belum rampung, dilanjutkannya, pihaknya terus bekerja agar perkara tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

“Ya mudah-mudahan secepatnya. Mungkin seminggu ke depan (paling lama) sudah kita limpahkan ke pengadilan berkas perkaranya,” lanjutnya.

Tersangka dalam kasus ini yakni DR Zulfikar Jauhari dan Beni Johan. Zulfikar diketahui dosen berstatus Pegawai negeri sipil (PNS) di Unri. Sedangkan Beni merupakan pihak swasta, yang menjadi konsultan.

Untuk diketahui, dalam perkara ini masih ada seorang tersangka lainnya. Dia adalah Eki Ganafi, seorang PNS yang diketahui merupakan anggota Pokja dalam kegiatan tersebut. Terhadap Eki, saat ini jaksa peneliti tengah melakukan pemeriksaan berkas yang dilimpahkan oleh penyidik Polresta Pekanbaru.

Jika nantinya jaksa peneliti menyatakan berkas tersangka Eki lengkap, maka penyidik Polresta diminta untuk melakukan Tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti. Namun jika belum lengkap, maka jaksa peneliti mengembalikan berkas untuk dilengkapi.

Selain tiga orang di atas, ada dua tersangka lainnya. Mantan Pembantu Dekan (PD) II Heri Suryadi dan pihak kontraktor Riswandi. Keduanya telah diadili dan divonis bersalah oleh majelis hakim, beberapa waktu lalu.

Dalam pemberitaan sebelumnya, ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan gedung Fisip Unri tahun 2012 lalu terlihat dari awal pelaksanaan proses lelang. Proses lelang diketahui gagal hingga 2 kali.

Akibatnya, panitia lelang melakukan penunjukan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan. Pengerjaan kegiatan ini diketahui berasal dari APBN tahun 2012 silam dengan nilai sekitar Rp9 miliar.

Sejatinya, yang boleh mengerjakan proyek tersebut adalah peserta lelang yang telah mendaftar. Namun, oleh panitia lelang dipilihlah rekanan yang sama sekali tidak mendaftar.

Diduga proses penunjukan tersebut dilakukan oleh panitia lelang bersama seorang oknum yang tak lain merupakan ketua tim teknis kegiatan tersebut. Diduga kontrak kerja ditandatangani oleh direktur rekanan yang diduga dipalsukan.

Pada akhir Desember 2012, proyek tidak selesai. Hanya rampung sekitar 60 persen. Kendati demikian anggaran tetap dicairkan 100 persen. Disinyalir ada kongkalikong antara tim teknis yang menyatakan jika pengerjaan kegiatan sudah 100 persen rampung. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook