Jefry Noer: Pilpres dan Pileg Paling Kacau

Jumat, 19 April 2019 - 16:25 WIB   [140 Klik]

Jefry Noer: Pilpres dan Pileg Paling Kacau

Jefry Noer, Calon DPD RI nomor urut 33 berbincang-bincang dengan puluhan wartawan dalam acara ngopi PWI Riau di lantai II Kopi Bengkalis Jalan Soekarno Hatta.

PEKANBARU—Jefry Noer Calon DPD RI nomor 33 merasa pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Legislatif tahun 2019 ini paling kacau dan paling berbahaya adanya permainan terselubung di beberapa TPS.

Pernyataan ini disampaikan Jefri Noer, pada acara Ngopi PWI Riau, setelah melihat hasil Pemilu sekarang, yang banyak sekali terjadi kekacauan. Dimulai surat suara yang kurang dan rusak.

‘’Paling berbahaya dan adanya permainan terselubung di beberapa TPS,’’ ungkap Jefry, di acara Ngopi PWI Riau, Jumat (19/4).

Kecurangan ini sendiri dirasakan Jefry di TPS 6 Kampar. Di mana di sana, ia mendapatkan 105 suara, tapi ditulis hanya 5 suara. Tidak hanya itu, ada juga di TPS ia mendapat suara 47 tapi hanya ditulis 4. ‘’Saat saya tanya, alasannya salah tulis dan kecapean,’’ ujarnya.

Temuan kekacauan lainnya, pada saat pleno di kecamakan jangan hanya c1 dibuka, tetapi plano c1 juga. ‘’Saya rasakan, ini Pilpres dan Pileg yang paling kacau,’’ ulang Jefry Noer.

Temuan ini, lanjut Jefry Noer baru ditemukan di DPD. Akan tetapi ada juga ditemukan di partai. Lain halnya menurut Hj Eva  bahwa banyaknya warga yang tak bisa memilih dengan alasan yang berbagai macam.

Asrul Caleg DPR RI Partai Gerindra Dapil 2 menambahkan, apa yang dikatakan Jefri dan Eva sebelumnya adalah realita dari Pemilu yang sudah berjalan. ‘’Ada hal baru soal penghitungan surat suara,’’ terangnya.

Atas permasalahan yang ditemukan calon anggota DPD RI Dapil Riau ini, H Jefry Noer menyatakan sudah melaporkan kecurangan yang terjadi pada Pemilu yang menimpa dirinya ke KPU dan Panwaslu Kampar.

Pasalnya pada sejumlah TPS yang menyelenggarakan pemungutan suara Pemilu, suara yang diperoleh nomor urut 33 atas nama Jefry Noer tidak sesuai antara jumlah pemilih dan data model C1.

‘’Pada TPS 006 Desa Bandar Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu pada kertas penghitungan, saya mendapatkan suara sebanyak 75 suara, namun pada C1 suara yang saya dapat hanya ditulis 5 suara, ini luar biasa kesalahannya, makanya saya melaporkan hal ini pada Panwas dan juga KPU Kampar. Ini baru di satu TPS,’’ ucap Jefry.

Menyikapi temuan ini, dirinya langsung melaporkan hal ini pada penyelenggara Pemilu.

‘’KPU dan Panwas sudah kami laporkan. Pertanyaannya kenapa hal ini bisa terjadi, suara 75 kok hanya ditulis dan dilaporkan di C1 hanya 5 suara. Panwas dan KPU harus bersikap tegas dan hati-hati,’’ ucap jefry.

Turut hadir pada acara ngopi bersama PWI Riau yang dilakukan di Kopi Bengkalis, Zulmansyah Sekedang dan segenap para pengurus. Ketua PWI pada acara ini lebih menjadi moderator, sehingga membuat acara ngopi bersama ini menjadi terasa kekompakannya. =MX9



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook