Terkena DBD

Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia

Jumat, 19 April 2019 - 16:34 WIB   [42 Klik]

Bocah 6 Tahun  Meninggal Dunia


MEMASUKI pekan ke-15, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pekanbaru, sudah dilevel menakutkan. Bahkan sudah sampai memakan korban jiwa.

Diketahui korban meninggal dunia itu merupakan bocah laki-laki berusia 6 tahun.    

Bocah asal Kecamatan Sukajadi yang menjadi korban itu, diduga mengalami lambat penanganan medis. Setelah empat hari mengalami panas tinggi di rumah, baru keesokan harinya dibawa ke rumah sakit, untuk menjalani perawatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Maisel Fidayesi, SFarm Apt MM saat dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui sambungan telepon menjelaskan Maisel anak laki-laki berusia 6 tahun.

Menurut Maisel, bocah itu meninggal akibat DBD. Dari laporan yang diterima, korban sebelumnya sudah mengalami panas tinggi selama tiga hari. Namun keluarga tidak langsung membawanya berobat.

Namun, setelah empat hari berada di rumah, baru dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Namun Tuhan berkehendak lain, setelah menjalani perawatan satu hari di rumah sakit, akhirnya bocah enam tahun itu menghembuskan nafas terakhirnya. ‘’Kita duga karena terlambat penanganan di rumah sakit,’’ ujar Maisel.     

Ditambahkan Maisel, dari data yang masuk ke Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, kasus DBD hingga pekan ke-15 ini, sudah mencapai 166 kasus untuk Pekanbaru, dan 1 orang menjadi korban jiwa di Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi Pekanbaru.     

Dari persentase yang masuk, penderita laki-laki lebih tinggi, yaitu sebanyak 86 penderita atau 52 persen, dan untuk 80 penderita perempuan 48 persen, dan Kecamatan Sukajadi masih menjadi kecamatan yang tertinggi kasus DBD nya.     

Kemudian diikuti, Kecamatan Tampan 22 kasus, Payung Sekaki 22 kasus, Marpoyan Damai 21 kasus, Tenayan Raya 14 kasus, Senapelan 11 kasus, Limapuluh 10 kasus, Sail, Bukit Raya, Rumbai masing-masing 9 kasus, Rumbai Pesisir 7 kasus, Pekanbaru Kota 4 kasus.     

Sementara untuk usia rata-rata yang menderita DBD terbanyak itu, adalah usia 5 hingga 9 tahun. ‘’Kita terus menghimbau kepada masyarakat agar terus membudayakan pola hidup bersih dan sehat, mari sama-sama kita cegah DBD ini, dengan melakukan langkah 3M plus. Yaitu, Menguras bak mandi, Menutup erat penampungan air, Mendaur ulang barang-barang bekas, dan pemberantasan sarang nyamuk,’’ jelasnya.     

Selain itu pihak dinas kesehatan sendiri, juga berupaya menekan naiknya angka DBD ini, dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas-puskesmas, pemberian bubuk pemberantasan jentik nyamuk, dan juga turun langsung untuk memberantas sarang nyamuk dengan melakukan fogging, ke titik potensi nyamuk DBD.     

Apalagi saat ini cuaca ekstrim dan tidak stabil, cuaca yang panas tiba-tiba hujan, itu yang membuat nyamuk aides agepty cepat berkembang. ‘’Untuk itu mari sama-sama budayakan pola hidup bersih,’’ ungkapnya. =MG1

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook