Caleg Tuntut Pemilihan Ulang

Jumat, 19 April 2019 - 16:44 WIB   [749 Klik]

Caleg Tuntut  Pemilihan Ulang

Seorang pendukung menunjuk bukti bahwa di DCT tidak terdapat gambar caleg Jasman.

MERANTI—Meski berhasil memperoleh suara terbanyak dari partainya, seorang Caleg Demokrat dari daerah pemilihan (dapil) 4 Merbau dan Tasik Putripuyu, Jasman SSt Pi MH, tetap merasa tak puas. Pria berbadan tegap dan botak ini juga menuntut agar segera dilakukan pemilihan ulang.

“Saya secara pribadi dan partai benar-benar dirugikan. Kemarin, kita sudah laporkan ke Bawaslu dan KPU agar segera dilakukan pemilihan ulang, khusus Dapil 4,” ucap Jasman ketika berbincang dengan Pekanbaru MX melalui telepon selulernya, Kamis (18/4) malam.

Kemaraham Jasman bermula dari pemasangan DCT (Daftar Calon Tetap) di setiap TPS di Dapil 4 oleh KPU Kepulauan Meranti. Ternyata, pada DCT tersebut tidak terdapat gambar dirinya selaku Caleg Demokrat. Kenyataan itu spontan membuat dia terkejut, sementara dirinya merasa sudah memenuhi segala persyaratan yang diajukan.

Dia menduga persoalan itu muncul karena adanya unsur kesengajaan (sabotase). Bahkan, dia tidak segan-segan menyebutkan ada oknum KPU di balik semua ini.

Pelaku diduga bekerja sama dengan caleg partai tertentu untuk menjatuhkan dirinya dan Partai Demokrat pada pemilihan 17 April 2019 kemarin.

Menurut Jasaman, sandiwara politik kotor yang dimainkan pelaku semakin terlihat setelah muncul isu-isu menyesatkan di masyarakat.

Dengan tidak adanya gambar di DCT, dia bahkan dianggap telah meninggal dunia. Selain itu, di lapangan juga terdengar adanya ucapan masyarakat bahwa tanpa gambar, Caleg juga dianggap tidak disiplin dan partai siluman.

“Berbagai macam isu langsung mencuat di masyarakat. Caleg dianggap meninggal, tidak disiplin dan partai siluman. Isu seperti itu sengaja dimainkan. Politik seperti ini sangat menyakitkan dan kami tetap akan melawan dengan tuntutan pemilihan ulang, khusus Dapil 4,” ucap Jasman lagi.

Melalui surat terbuka, dia juga berharap dukungan dari Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, yang dinilai sangat berkomitmen dalam melaksanakan Pemilu yang jujur, adil dan beraih.

Jasman juga berharap orang nomor satu di Kepulauan Meranti tersebut dapat menindaklanjutinya hingga pemilihan ulang dilakukan di Dapil 4, Kecamatan Merbau dan Tasik Putripuyu.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pengurus pusat tentang masalah ini. Mereka tetap mendukung dan minta permasalahan ini ditindaklanjuti,” sebut Jasman.

Ketua KPU Kepulauan Meranti Abu Hamid mengatakan bahwa memang ada Caleg Demokrat yang melaporkan ke KPU Kepulauan Meranti terkait masalah itu.

Menurut Abu Hamid, yang mencetak DCT tersebut adalah KPU Provinsi Riau dan tugas mereka hanya mengirimkan soft file sesuai dengan hasil pleno di kabupaten.

Pengiriman pun sangat lengkap, termasuk foto Jasman selaku Caleg Demokrat. Dia pun mengaku tak tahu dimana letak kesalahan tersebut.

“Kita sudah konfirmasi dengan provinai dan provinsi sendiri mengaku bahwa besar kemungkinan kesalahan itu terjadi di percetakan. Apalagi yang dicetak sangat banyak. Dan, kita juga tidak tahu kok bisa terjadi kesalahan seperti itu,” ucap Abu Hamid.

Ketika disinggung mengenai tuntutan pemilihan ulang, Abu Hamid mengaku bahwa hal itu tidaklah memenuhi usur. Menurut dia, DCT hanyalah merupakan alat penunjang atau alat kelengkapan TPS. Berarti, sifatnya tidak wajib ada di TPS.

“Yang wajib ada saat pemilihan adalah TPS, kotak suara, surat suara, bilik dan alat pencoblos. Tanpa ada itu, maka tidak bisa dilaksanakan pemilihan. Sementara tanpa ada alat penunjang lainnya, pencoblosan tetap bisa dilakukan. Tapi, kalau mereka keberatan ya silahkan saja, itu hak mereka,” ungkap Abu Hamid.

Dia juga menyangkal terhadap tudingan adanya oknum KPU yang dengan sengaja melakukan sabotase terhadap caleg Jasman. Dia lebih yakin jika itu murni kesalahan di percetakan, sesuai pernyataan pihak provinsi.

“Saya yakin tidaklah. Saya lebih yakin bahwa kesalahan itu terjadi di percetakan, seperti yang disampaikan provinsi,” tambah Abu Hamid.

Lagi pula, kata Abu Hamid, di surat suara juga tidak ada gambar caleg. Dan, sudah menjadi kewajiban bagi partai dan caleg itu sendiri untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Jika itu dilakukan, maka masyarakat tentu sudah punya piliha saat pencoblosan berlangsung. =mx13



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook