Diduga Menghirup Gas Beracun

4 ABK TB Aditya 55 di Siak Tewas Dalam Bunker Tongkang

Sabtu, 20 April 2019 - 12:48 WIB   [899 Klik]
Reporter : Yanti Sugrianti
Redaktur : Oce E Satria

4 ABK TB Aditya 55 di Siak Tewas Dalam Bunker Tongkang


KORANMX.COM, SIAK -- Sebanyak empat anak buah kapal (ABK) TB Aditya 55 yang sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Buton, Sungai Apit, ditemukan tewas di dalam bunker kapal. Diduga, akibat keracunan gas karena saat kejadian keempatnya, yakni Fahruddin (43) selaku Mualim , masinis II Indra Bayu (22), juru mudi, Indra Maulana Ansar (27) dan M.Ishak (27) sang juru mudi, sedang melakukan pengelasan dalam bunker tongkang BG Maju Lancar yang digandengnya.

Informasi dirangkum koranmx.com dari tim Damkar BPBD menyebutkan, kejadian bermula ketika pada hari Jumat (20/4/2019) sekitar pukul 09.45 WIB, ABK Fahruddin masuk ke lubang tongkang untuk menguras air yang ada di dalam tongkang dengan menggunakan pompa celup. Dia lalu meminta bantuan dua rekannya, Indra Maulana dan Ishak.

Sekian lama berlalu, ABK lain, Toto merasa curiga, karena ketiga rekannya tersebut tak kunjung ke permukaan. Lantas dia melongok dari lobang bunker. Saat itu dilihatnya tiga rekannya tergeletak diam. Tergopoh-gopoh, dia lalu menuruni tangga bunker dan segera melakukan pertolongan dengan menekan-nekan dada para korban sebagai nafas buatan.

Namun upaya sang mualin itu sia-sia, justru nyawanya nyaris turut melayang, karena saat warga DKI Jakarta ini menolong para korban, dia langsung lemas dan pingsan.

Melihat hal itu, ABK lainnya, Indra Bayu, tak tinggal diam, segera turun dengan maksud menolong. Sayangnya, dia pun harus mengalami nasib sama, jatuh terkulai. Untunglah, beberapa menit kemudian, Toto siuman. Dengan nafas tersenggal-senggal, Toto berupaya keluar dari lobang maut tersebut dan meminta pertolongan pada warga yang ada di sekitar kapal.

Kapolres Siak AKBP Ahmad David Sik melalui Paur Subag Humas, Bripka Dede Prayoga membenarkan adanya kecelakaan kerja dengan empat korban nyawa tersebut.

"Iya benar, dan pukul 15.00 WIB (Jumat) telah dilakukan evakuasi para korban tim Damkar BPBD Siak dan para korban berhasil dievakuasi pukul 16.30 WIB untuk kemudian dibawa ke RSUD Siak," ungkap Dede.

Dugaan sementara penyebab kematian, imbuhnya, adalah karena faktor kehabisan oksigen dan terhirup gas beracun.

Keempat korban merupakan warga Jawa Timur. Dan saat ini masih di RSUD Siak menunggu pihak keluarga.


Pernah Terjadi Tahun 2014

Peristiwa serupa pernah terjadi di Siak pada tahun 2014 silam. Dimana tiga nyawa ABK melayang saat melakukan pembersihan bunker kapal di kampung Suak Lanjut, Siak.

Kronologisnya sama persis, dimana kala itu Selasa (11/11/2014) sekitar pukul 16.00 WIB, sang pemilik tongkang Sumardi alias Edi (42) dan dua karyawannya, Abdullah dan Eka yang merupakan paman dan keponakan, didapati meninggal dalam lambung kapal tongkang yang sedang dibersihkan.

Awalnya, Sumardi (pemilik kapal tongkang) berniat membersihkan tongkangnya dan menyuruh pekerjanya, Abdullah (36) dan Eka (21). Namun baru saja Abdullah melongokkan kepalanya  
Untuk memasuki lambung tongkang, tiba-tiba badannya terhuyung dan terjerembab ke dalam bak air balas (air penyeimbang dalam lambung tongkang). Melihat hal tersebut, sang keponakan Eka yang berada tidak jauh dari Abdullah, langsung menjerit minta tolong seraya segera menuruni lorong untuk menolong sang paman, tapi bukannya dirinya bisa menyelamatkan sang paman, malah justru mengalami hal yang sama, yakni terhuyung dan terjerembab ke dalam bak air yang sama.

Berikutnya, Edi mengalami nasib sama saat berupaya menolong pekerjanya tersebut.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook