Tawuran Remaja,1 Orang Tewas

Rabu, 08 Mei 2019 - 22:30 WIB   [124 Klik]

PEKANBARU--Tidur nyenyak Zul terusik. Suara gaduh dan teriakan-teriakan sejumlah orang di luar tempat usaha jahitnya di Jalan Soekarno-Hatta yang tidak jauh dari Masjid dan Pondok Pesantren Imam As-Syafi'i, membuatnya terbangun, Rabu (8/5) dinihari.

Jarum jam menunjukkan pukul 03.00WIB. Zul yang penasaran dengan suara gaduh tadi memutuskan untuk keluar. Sontak saja ia melihat banyak anak-anak yang berlarian sembari membawa benda-benda tajam.

Tak banyak yang bisa dilakukan Zul. Karena sudah terbiasa melihat kejadian tadi, pria 57 tahun itu kembali melanjutkan tidurnya.

‘’Anak-anak ini sudah kerap kali terjadi di sini. Warga sekitar sini juga sudah berusaha melerai, hingga menelepon polisi untuk datang. Tapi ya sebentar saja bubarnya, sesudah itu kembali lagi menggelar aksi tawurannya,’’ ucap Zul di sela-sela kesibukannya yang sedang menjahit baju.

Belum lama ini, ucap Zul ada yang menjadi korban dalam aksi tawuran tersebut. ‘’Ada luka-luka ringan hingga luka-luka parah juga. Bahkan belum lama ini ada juga korban dari aksi tawuran itu dilarikan ke Rumah Sakit Sansani,’’ ujar Zul.

Kelompok remaja yang tawuran itu, sebut Zul, dari siswa SMP dan SMA. ‘’Rata-rata sebesar itu semua dan dalam tawuran itu mereka membawa senjata tajam. Ada yang bawa samurai, parang, celurit, rantai. Bawa botol kaca juga ada,’’ terangnya.

‘’Kadang-kadang mobil yang melintas juga menjadi korban dari aksi mereka. Dilemparinya,’’ sambung Zul.

Senada dikatakan Upik. Menurut pedagang yang berjualan di sana, tawuran kelompok remaja itu sudah sering terjadi.

‘’Kalau untuk Ramadan ini baru satu kali. Tetapi sebelumnya, sering. Kadang setiap malam Minggu,’’ sebutnya.

Sekali tawuran, sebut Upik, kelompok remaja itu jumlahnya mencapai 50 orang. Semuanya membawa benda-benda tajam sambil menyerang.

‘’Kalau yang tadi malam, saya hanya melihat dari dalam rumah saja. Saya tidak berani keluar. Aksi tawuran ini sudah sangat meresahkan warga dan mereka itu juga tidak ada kapok-kapoknya,’’ ungkapnya.

Aksi tawuran itu juga sempat direkam warga yang melintas di tempat kejadian dengan menggunakan mobil. Videonya sempat viral di media sosial. Dalam keterangannya meminta kepada warga untuk waspada ketika melintas diJalan Seokarno-Hatta, Pekanbaru.

Terpisah, Kapolsek Bukit Raya Kompol Pribadi melalui Kanit Reskrim Iptu Aspikar saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, membenarkan kejadian tawuran tersebut. Katanya, ada satu orang korban yang meninggal dunia. Namun, identitasnya belum diketahui.

‘’Anggota kita turun langsung subuh tadi. Dari aksi tawuran itu terdapat korban meninggal dunia yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Eka Hospital. Untuk korban meninggal dunia tadi itu masih duduk di kelas 2 SMA dan sudah dikebumikan,’’ ujarnya Kanit.

Mengenai penyelidikan kasus ini, sebut Kanit, dilimpahkan ke Polsek Tampan. ‘’TKP-nya ini berseberangan antara wilayah hukum Polsek Bukit Raya dan Tampan. Sementara aksi tawuran ini sudah sering kali terjadi. Kita juga sudah sering turun untuk mengantisipasi tawuran ini. Yang tawuran ini anak-anak berkisaran masih SMP dan SMA,’’ terangnya.

Kapolsek Tampan Kompol Kari Amsah Ritonga mengaku belum menerima laporan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih mengkroscek di lapangan.

‘’Saya belum tahu. Kita akan kroscek dahulu,’’ katanya singkat. =MG1



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook