Gagal Nyaleg, Mantan Kadishub Ditahan Jaksa

Kamis, 09 Mei 2019 - 00:00 WIB   [702 Klik]
Reporter : Riawan Syaputra
Redaktur : Raja Mirza

Gagal Nyaleg,  Mantan Kadishub Ditahan Jaksa

Tersangka JA saat berada di Kantor Kejaksaan Negeri Bengkalis

 

KORANMX.COM, BENGKALIS--Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada awal tahun 2019 lalu. Mantan Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis Jafaar Arief akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Bengkalis, Rabu (8/5/2019) siang.

Penahanan Jafaar Arief dilakukan setelah dirinya memenuhi pemanggilan oleh Kejaksaan Negeri Bengkalis terkait kasus dugaan korupsi Operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang. 

Jafaar yang baru saja kalah nyaleg dari salah satu partai di Kabupaten Bengkalis datang ke Kejaksaaan dengan menggunakan setelan baju batik gelap dan celana panjang hitam serta mengenakan peci warna putih. Sampai di Kejaksaan Jafaar langsung menuju ruangan Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis. 

Agung Irawan Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Bengkalis, membenarkan penahanan terhadap Jafaar. "Benar tadi setelah diperiksa kita langsung menahannya," kata Agung kepada koranmx.com, Rabu (8/5/2019). 

Menurut dia, sebenarnya pihak Kejaksaan sudah menghormati hak politik tersangka yang ikut dalam Pemilu 19 April 2019 kemarin. Akhirnya waktu penahanan yang tepat dilakukan saat ini.

Setelah penahanan ini lanjut Agung, pihak Kejaksaan Bengkalis akan segera melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru. "Karena sudah kita tahan, secepatnya kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor," tambahnya.

Penahanan Jafaar sendiri akan dilakukan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru. "Setelah pemanggilan tadi langsung kita bawa ke Pekanbaru, saat ini dalam perjalanan dan akan dititipkan di Rutan Sialang Bungkuk," tambahnya. 

Selain Jafaar sebenarnya Kejaksaan Negeri Bengkalis juga memanggil tersangka lainnya YA alias Edi. Pemanggilan ini juga terkait kasus yang sama dan rencananya akan dilakukan penahanan juga.

"Namun tadi YA tidak hadir, hanya diwakili kuasa hukumnya menyampaikan kliennya dalam keadaan sakit. Kita akan melakukan pemanggilan yang kedua terhadap tersangka YA ini," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumya Kejaksaan Negeri Bengkalis menetapkan tersangka atas dugaan kerugian negara di kasus yang dalam penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis ini. Penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya Kejaksaan menerimaudit dari pihak BPKP Riau terkait dugaan korupsi Operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang akhir tahun 2018 lalu.

Berdasarkan hasil audit yang diterima pihaknya dari BPKP, ditemukan adanya indikasi kerugian negara terkait operasional KMP Tasik Gemilang. Dugaan kerugian negara ini sebesar 1,3 miliar rupiah pada pengelolaan KMP Tasik Gemilang dari tahun 2012 hingga 2015.

Dari kerugian negara ini Pidsus Kejari Bengkalis akhirnya menetapkan dua orang tersangka, diantaranya JA yang merupakan mantan Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis, serta YA yang merupakan rekanan pengelola KMP Tasik Gemilang.

Pada kasus pengelolaan KMP Tasik Gemilang ini, pemerintah bengkalis dalam kasus ini dirugikan karena tidak menerima pendapatan yang seharusnya dari pengelolaan KMP Tasik Gemilang oleh pihak ketiga. Inilah indikasi kerugian ini yang ditemukan pihak BPKP Riau saat melakukan audit. (***) 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook