Percepat Penyelesaian Jalan Tol

PT HKI Teken MoU dengan Kejati Riau

Kamis, 09 Mei 2019 - 14:35 WIB   [171 Klik]

PT HKI Teken MoU dengan Kejati Riau

Pihak PT HKI bersama Kejati Riau melakukan penandatanganan MoU dalam hal percepatan penyelesaian proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai

PEKANBARU--PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Mou itu, dalam penyelesaian masalah pembebasan lahan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Yang mana, dengan kerja sama tersebut, diharapkan jalan tol itu selesai akhir tahun 2019.

Penandatangan MoU dilakukan Kepala Kejati Riau, Uung Abdul Syaukur SH MH dengan Komisaris Utama PT HKI, Sugeng Rohadi, di Hotel Grand Central, Rabu (8/5) sore.

Komisaris Utama PT HKI, Sugeng Rohadi mengatakan, jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 130 kilometer. Dimana, sekitar 50 kilometer jalan tol tersebut sudah selesai dikerjakan.

Adapun yang menjadi kendala pihaknya yakni, masalah pembebasan lahan di area pembangunan jalan tol tersebut. ''Di lapangan masih terkendala, ada 25 kilometer total tanah yang jadi hambatan fisik lapangan,'' ujar Sugeng.

Dengan adanya MoU ini, Sugeng berharap agar masalah yang tengah dihadapi pihaknya di lapangan, terutama dalam pembangunan jalan tol, bisa segera selesai. ''Diharapkan masalah tanah bisa 
diselesaikan bersama-sama dengan support dari Kejati Riau,'' kata Sugeng.

Sementara itu, Direktur Utama PT HKI,  Aci Prasetyanti mengatakan, jalan tol Dumai-Pekanbaru merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

''Seperti yang dikatakan Komisaris Utama kami, ada 20an kilometer yang jadi PR untuk segera diselesaikan pembebasan lahannya,'' ucap Aci.

Aci berharap, kendala yang dihadapi pihaknya saat ini segera selesai. Sehingga proyek tesebut bisa selesai pada tahun ini. 

''Kami akan banyak meminta bantuan kepada Kejari-kejari di daerah (Riau). Jika pembebasan lahan selesai, (bulan) Juli kami bisa bekerja secara maksimal hingga proyek selesai dengan baik dan 
dimanfaatkan masyarakat,'' tambah Aci.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejati Riau, Uung Abdul Syakur SH MH menyatakan, pihaknya akan maksimal membantu penyelesaian masalah lahan tersebut. Apalagi, Kejati Riau sudah punya pengala
man dalam membantu pembebasan lahan PT PLN.

Untuk itu, Uung menekankan, agar Kejari yang daerahnya dilewati jalan tol dapat membantu. ''Harapan, dengan SKK nanti minta dipetakan di mana 25 kilometer ini yang bermasalah,'' kata Uung.

Tidak sampai disitu, Uung mengaku juga terbebani kalau proyek skala nasional ini tak kunjung selesai. Apalagi, ia sudah beberapa kali dipanggil Gubernur Riau dan dua menteri terkait masalah penyelesaian jalan tol yang menjadi kebanggaan Provinsi Riau itu.

''Sebagai Kajati, saya juga terbebani untuk segera menyelesaikan. Rapat berulang-ulang, dipanggil  dua menteri. Jadi, secara pribadi punya beban moral, untuk mendukung agar proyek nasional selesai sesuai harapan,'' ungkap Uung.

Khusus untuk Kajari Siak, Uung, menekankan agar segera menginventarisir masalah. Pasalnya, banyak titik-titik yang belum selesai di Siak.

''Tolong koordinasi, HKI juga proaktif. Sekali lagi berharap, segera di inventarisasi masalah ini, agar proyek bisa selesai Desember tahun ini. Kajari Siak tolong telusuri sampai pusat,'' jelasnya.

Dalam acara itu, Uung didampingi oleh Wakilnya, Mia Amiati SH MH, serta para Asisten yang ada di Kejati Riau. Tidak hanya itu, Kepala Kejari Pekanbaru, Dumai, Siak, Bengkalis dan Kampar juga 
hadir dalam acara itu. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook