PT EMP Bentu Tak Respon Tuntutan Massa

Kamis, 09 Mei 2019 - 15:16 WIB   [104 Klik]

PT EMP Bentu Tak  Respon Tuntutan Massa

Mediasi masyarakat dengan perusahaan di aula Kantor Camat Langgam.

PELALAWAN--Mediasi antara PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu dengan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Keadilan Langgam dan Kerinci (Amuk Langker) di aula Kantor Camat Langgam, Rabu (8/5) lalu tanpa hasil.

Tidak satupun tuntutan massa yang disampaikan pada aksi damai sebelumnya, direspon oleh perusahaan gas tersebut.

Adapun tuntutan yang dimaksud yakni masalah transparansi dan komposisi dalam penerimaan tenaga kerja lokal atau tempatan, bantuan CSR yang tidak jalan, lokal bussines development dan recovery lingkungan yang rusak akibat operasi perusahaan.

Pada pertemuan itu, hadir perwakilan pimpinan EMP Bentu H Amru Mahalli dan Zulfan, Camat Langgam Robi Ardelino SSTP, Kapolsek Langgam Ipda Hindro Panjaitan SH, Lurah Langgam dan perwakilan masyarakat Kecamatan Langgam.

‘’Kami sangat kecewa dan menyesalkan akan ketidaksiapan pihak EMP Bentu terkait pertemuan hari ini. Seharusnya hari ini kami berharap pihak perusahaan mampu memberikan jawaban atas tuntutan yang telah disampaikan pada aksi demo sebelumnya,’’ ujar Koordinator Amuk Langker Jhoni Afrizal SE kepada Pekanbaru MX.

Padahal diakui oleh Jhoni, pihak perusahaan yang telah meminta waktu untuk membicarakan pada atasan mereka. Maka diagendakan pertemuan lanjutan untuk menjawab tuntutan yang disampaikan pada demo yang digelar, Senin (29/4) silam di depan Kantor PT EMP Jalan Koridor Langgam.

‘’Padahal kita sudah beri waktu untuk mempelajari tuntutan yang disampaikan sebelumnya. Tapi apa faktanya, perusahaan gas ini tidak memberikan jawaban konkret terhadap poin-poin tuntutan yang telah diberikan,’’ ungkapnya dengan nada kesal.

Suasana mediasi sempat memanas. Terutama saat intruksi yang disampaikan oleh masyarakat yang kesal. Perwakilan PT EMP Bentu yang diutus, tak bisa memberikan keputusan dan terkesan jawabannya mengambang.

Massa yang kecewa akhirnya membubarkan diri setelah ditengahi oleh pihak kecamatan, untuk kembali melakukan pertemuan ulang pada minggu depan.

‘’Kalau begini, kita harus mengelar aksi lebih keras lagi. Sebab janji mereka menjawab tuntutan yang kita sampaikan tak direspon dengan baik. Maka pertemuan ini tanpa hasil dan minggu depan akan dilakukan pertemuan susulan,’’ pungkas Jhoni.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook