Saling Ejek di Facebook Berujung Pembunuhan

Kamis, 09 Mei 2019 - 22:00 WIB   [84 Klik]

Saling Ejek di Facebook Berujung Pembunuhan

tersangka pembunuhan berinisial GF, MK, RG dan KI dihadirkan saat ekspos di Polda Riau.

Mengenakan baju tahanan warna orange dan kepala bertutup sebo, empat orang remaja digiring petugas ke ruang gelar perkara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, Kamis (9/5) siang. Mereka sengaja dikeluarkan dari sel tahanan untuk dihadirkan pada ekspos ke awak media.

Empat remaja tersebut berinisial GF (16), MK (15), RG (16) dan KI (18). Mereka telah melenyapkan nyawa seseorang di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.

Pemicunya hanya gara-gara saling ejek di media sosial Facebook.

Korban adalah Angga. Remaja 18 tahun ini mengalami senjumlah luka bekas sabetan senjata tajam di tubuhnya.

Pernyataan ini disampaikan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau AKBP Mohammad Kholid dalam ekspos kasus. Kejadian berawal ketika  terjadi saling ejek di Facebook antara geng motor WarLex yang merupakan kelompok dari tersangka dengan kelompok lain.

Ejekan di media sosial itu berbuntut panjang. Kedua kelompok tersebut saling menyerang atau tawuran di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru pada Rabu (8/5) dinihari lalu.

Sebelum terjadinya tawuran, kelompok tesangka sudah mencari seseorang yang mengejek tersebut. Hingga akhirnya terjadi konsentrasi massa dari kedua kelompok yang kemudian terjadinya tawuran.

“Dari kasus yang terjadi, kami berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku yang saat ini sudah berstatus tersangka. Keempat tersangka merupakan yang melakukan pembacokan terhadap korban,” kata Kholid.

Keempat tersangka memiliki peran masing-masing. Dari mereka  diamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan saat tawuran.

“Awalnya kita mengamankan tersangka GF. Pelaku melukai kaki korban menggunakan eggrek sawit,’’ ujarnya.

Nyanyian GF membuat petugas langsung melakukan pengembangan. Alhasil, diamankan tiga tersangka lainnya.

‘’Yakni MK, pelaku membawa motor membonceng korban dan membacok menggunakan parang. Kemudian tersangka RG membacok paha korban menggunakan parang dan KI menggunakan eggrek sawit melukai korban di bagian punggung,” terangnya.

Mengenai proses hukum yang dilakukan, Kholid mengatakan, keempat tersangka masih di bawah umur. Namun tetap ditindaklanjuti.

Keempat remaja tersangka tawuran maut tersebut dijerat dengan Pasal 338 tentang tindak pidana pembunuhan dan Pasal 170 ayat 1 dan 2 tentang tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

"Kasus sampai saat ini masih dalam pengembangan. Ada satu orang pelaku lagi berstatus DPO berinisial S yang saat ini dalam pengejaran,'' pungkasnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook