Pengamat: Klaim Menangi Pilpres, Kedua Kubu Sama-Sama Panik

Kamis, 09 Mei 2019 - 22:30 WIB   [844 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Pengamat: Klaim Menangi Pilpres, Kedua Kubu Sama-Sama Panik

Ilustrasi/NET

KORANMX.COM, JAKARTA - Kedua kubu, baik Jokowi - Ma'ruf Amin maupun Prabowo - Sandi sama-sama menunjukkan kepanikan. Meski keduanya sama-sama mengklaim kemenangan.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti  yang menilai bahwa ada anomali sikap para politikus dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Menurut Rangkuti, saat ini kubu Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin yang dinyatakan menang versi quick count justru seolah merasa kalah dan bertingkah serba panik. Sementara yang dinyatakan kalah yaitu Prabowo Sandiaga - Sandiaga Uno, seolah merasa menang dan juga tak kalah panik.

"Dari rasa panik yang sama, akhirnya muncul saling lapor. Makin banyak yang ditersangkakan dengan pasal makar. Pasal makar diobral bukan untuk diselesaikan kasusnya, tapi cukup sebagai kerangkeng aktivitas korbannya," ujar Rangkuti lewat keterangannya pada Kamis (9/5/2019) malam.
 
Sementara yang dinyatakan kalah versi hitung cepat, kata dia, merasa menang dan terus menerus menggunakan jalanan sebagai mekanisme solusi. Padahal, Rangkuti mengatakan banyak infrastruktur demokrasi untuk menyelesaikan berbagai dugaan kecurangan atau pelanggaran dalam pemilu. "Agar politik tak lagi diubah di jalanan, tapi di meja dialog dan peradilan," ujar Rangkuti.

Menurut Rangkuti, tak ada yang berusaha untuk saling menahan diri. Kubu yang dinyatakan menang bahkan membuat benteng dengan aturan dan kewenangan. Sementara yang dinyatakan kalah sibuk menyerang dengan isu curang sembari tak juga mengungkap kebenaran versi mereka dengan transparan.

Saya kira, suasana ini sebaiknya diakhiri. Harus kembali ditumbuhkan kearifan. Semua kembali ke jalan memperkuat demokrasi. Sama-sama menahan diri hingga perhitungan suara tanggal 22 Mei ditetapkan," ujar Rangkuti.

Bagi pihak yang merasa dicurangi, ujar Rangkuti, maka melangkahlah ke Bawaslu dan tempuh jalur hukum yang berlaku. Sementara yang merasa menang, seharusnya menggunakan kekuasaan untuk mengayomi, bukan untuk menakut-nakuti.

"Jangan mudah mengobral pasal makar. Jauh di atas kalah menang yang diperjuangkan, tujuan kita yang utama adalah membangun keadaban bangsa ini," ujar Rangkuti.[MX/TMP)



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook