Diduga Berformalin BPOM Uji Tes Takjil di Dua Pasar

Jumat, 10 Mei 2019 - 14:41 WIB   [57 Klik]

Diduga Berformalin BPOM Uji Tes Takjil di Dua Pasar

Petugas BPOM mengecek makanan dan minuman yang dijual di Pasar Ramadan.

PEKANBARU—Menjamur nya masyarakat penjual takjil, atau jajanan berbuka puasa di tiap-tiap pasar dan pinggir jalan di bulan Ramadhan tahun ini. Disikapi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan melakukan operasi.

Awalnya, ada dua pasar yang dilakukan operasi yakni pasar Sail dan Pasar Palapa, Kamis (9/5) sore. Baru saja tiba di tujuan. Petugas yang dibagi dua ini, langsung bergerak menyambangi para penjual takjil.

Petugas langsung membeli takjil dengan jumlah yang dibutuhkan, untuk dilakukan uji sampling langsung di lokasi. Saat membeli bahan uji sample, petugas tak lupa melakukan pendataan identitas penjual dan bahan-bahan makanan yang dibuat.

Namun, kebanyakan makanan seperti mie yang dijual pedagang rata-rata dibeli dari grosir. ‘’Kalau mie ini saya beli dari grosir,’’ kata Fatimah pedagang di pasar Palapa, Kecamatan Payung Sekaki.

Dari dua tempat ini, sedikitnya ada masing-masing 30 sample makanan dan minuman takjil yang dilakukan uji coba. Ane Kepala Bidang Pemeriksaan BBPOM Pekanbaru, yang diwawancarai Pekanbaru MX di lokasi mengatakan, operasional mobil Laboratorium Keliling ini dibawa untuk menguji 4 bahan berbahaya (Formalin, Boraks, Rhodamin B, Metanil Yellow) pada pangan.

‘’Uji makanan ini tujuannya, agar menu berbuka yang dibeli masyarakat layak di konsumsi. Dan tidak mengandung bahan berbahaya,’’ ungkap Ane, didampingi Abdul Kadir Batubara, Staf Disprindag Pasar Palapa.

Menurut Ane, pihaknya ingin mengetahui apabila ada temuan makanan mengandung bahan pengawet yang berbahaya.

Maka, perlu diketahui apakah pedagang yang memproduksi sendiri, makanan tersebut atau dibeli di grosir.

‘’Kalau ada tentunya perlu kita telusuri lebih jauh, apalah yang bersangkutan tahu itu bahan berbahaya,’’ terang Ane.

Sebenarnya, sebut Ane, ada bahan pengawet yang diperbolehkan digunakan untuk makanan.

Karena itu, pihaknya hanya ingin melakukan operasi makanan yang menggunakan bahan berbahaya.

‘’Untuk penggunaan bahan nya yang berbahaya akan merusak tubuh yang mengkonsumsi secara akumulasi,’’ ungkap Ane.

Kemudian, apabila dikonsumsi secara rutin akan dapat mengakibatkan yang memakan terkena kanker, kerusakan organ hati.

‘’Bahan formalin itu membuat organ tubuh terkena iritasi. Jadi efek samping nya sangat berbahaya,’’ beber Ane.

Terpisah, Sonya PFM Ahli Muda dari Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM Pekanbaru mengatakan, dalam operasi kali ini pihaknya juga melakukan sosialisasi KIE melalui pemasangan Spanduk, Penyebaran Leaflet dan KIE langsung oleh petugas BBPOM di Pekanbaru.

Operasi ini lanjut dia, akan dilakukan ditempat berbeda secara acak baik di Pekanbaru maupun di kabupaten/kota se-Riau. 

‘’Operasi ini akan terus kita lakukan selama Ramadhan ini,’’ terang Sonya, Jumat (10/5) siang.

Ia menghimbau, bagi masyarakat yang ingin memperhatikan bahan-bahan yang digunakan produsen. Maka dapat menerapkan, Ingat Pangan Aman, Ingat Cek Klik, Cek Kemasan, Cek Label dan Cek Izin Edar. Kemudian, Cek Kedaluwarsa dan No Formalin, No BORAKS, No Rhodamin B serta No Metanyl Yellow.

‘’Kita juga sediakan kal Center di HaloBPOM 1500533. Kemudian untuk informasi dapat dilihat Ayocekbtp play store,’’ kata Sonya. =MX9



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook