Sidang Lanjutan Korupsi Jalan

Miliaran Rupiah Mengalir ke DPRD Bengkalis

Jumat, 10 Mei 2019 - 15:23 WIB   [2233 Klik]

Miliaran Rupiah Mengalir ke DPRD Bengkalis

Mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah bersaksi untuk terdakwa Hobby Siregar dalam perkara dugaan korupsi peningkatan jalan di Kabupaten Bengkalis.

PEKANBARU—Sidang lanjutan dugaan korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis kembali bergulir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (9/5).

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Direktur Utama (Dirut) PT Mawatindo Road Construction (MRC) Hobby Siregar di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

JPU KPK juga menghadirkan 4 orang saksi. Salah satunya adalah mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah. Jamal merupakan terpidana dalam perkara korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Bengkalis dan kini tengah menjalani masa hukumannya.

Dalam kesaksiannya, Jamal mengaku mengetahui proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis, mulai dari ide awal sampai penganggarannya.

“Pada saat proses penganggaran, tidak ada permintaan-permintaan uang. Yang ada itu tarik ulur. Memang ada deal-dealan, tapi dalam bentuk proyek,” ucapnya menjawab pertanyaan JPU KPK Feby Dwiandospendy SH di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Saut Maruli Tua Pasaribu SH MH.

Masih dalam kesaksiannya itu, Jamal juga mengakui adanya duit yang mengalir ke dirinya sebanyak Rp2 miliar. Yang mana, uang itu dikatakannya untuk dibagi-bagikan sama rekan-rekannya di DPRD Kabupaten Bengkalis. “Uang itu terkait pengesahan APBD,” akunya.

Tidak sampai di situ, Jamal juga mengatakan bahwa untuk pengesahan APBD, ada kesepakatan terselubung. Yang mana, Bupati Kabupaten Bengkalis saat itu Herliyan Saleh, memberikan uang kegiatan kepada anggota dewan.

“Bukan kesepakatan resmi. Saya yang mewakili, dari pihak eksekutif itu bupati. Prosesnya memakan waktu 6 bulan. Pertemuan di Kuala Lumpur. Jadi dalam kesepakatan itu, ada permintaan dari dewan, yakni dua paket (kegiatan). Satu besar dan 1 kecil. Rencananya dua paket itu nanti dibagikan,” kata Jamal.

Jamal menjelaskan, masih dalam pembahasan pengesahan APBD, saat itu ada permintaan uang dari DPRD kepada Bupati Bengkalis sebanyak Rp2,5 miliar. Namun, uang itu bukan untuk pengesahan proyek multiyears.

“Masih dalam pengesahan APBD, ada permintaan uang lagi kepada bupati, nilainya Rp2,5 miliar. Ini bukan untuk multiyears,” jelasnya.

Dalam pembahasan proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis, Jamal awalnya berkomunikasi dengan bupati. Namun, pembahasan multiyears itu, dilanjutkan sama orang kepercayaan bupati, yakni Ribut.

“Awalnya saya komunikasi dengan bupati terkait proyek multiyears ini. Tetapi selanjutnya saya komunikasi dengan Ribut, orang kepercayaannya bupati. Jadi yang menyuruh itu bupati supaya saya komunikasi dengan Ribut,” ceritanya.

“Multiyears ini dari eksekutif lalu dibahas di DPRD,” tambahnya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini ada seorang terdakwa lainnya. Dia adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai M Nasir. M Nasir sendiri, saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.

M Nasir dan Hobby Siregar diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter.

Yang mana, dalam dakwaan JPU KPK, terdakwa M Nasir telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp2 miliar. Sedangkan terdakwa Hobby Siregar, disebut telah memperkaya diri atau perusahaannya sebesar sebesar Rp40.876.991.970,63.

Akibat perbuatan kedua tersangka, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp80 miliar dari anggaran yang disebut menelan sekitar Rp495 miliar.

Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook